CORONGSUKABUMI.com – Bencana alam berupa pergerakan tanah melanda Kampung Pasir Gerong, RT 09 RW 01, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (16/12/2025) malam.
Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan pada bagian dinding dan struktur bangunan. Retakan-retakan yang muncul membuat kondisi rumah dinilai rawan dan berpotensi tidak layak huni jika tetap ditempati.
Pergerakan tanah juga dilaporkan terjadi di wilayah Dusun Bojonghaur, Desa Bantarkalong. Curah hujan tinggi yang mengguyur sejak malam hari memicu pergeseran tanah dan menimbulkan sejumlah kerusakan, baik pada permukiman warga maupun fasilitas umum.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bantarkalong sekaligus warga terdampak, Eman Sulaeman, mengatakan bencana alam tersebut dipicu oleh hujan deras yang turun cukup lama.
βIntensitas hujan terlalu deras, sehingga terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan kerusakan cukup banyak. Fasilitas umum seperti gardu listrik dan beberapa tiang listrik roboh, serta jalan utama tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,β ujarnya.
Eman menjelaskan, wilayah yang terdampak langsung berada di satu RT, yakni Kampung Pasir Gerong RT 09 RW 01. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 20 rumah warga mengalami kerusakan.
βKurang lebih ada 20 rumah yang rusak. Kerusakannya berupa retak-retak, dan itu dikhawatirkan tidak aman untuk dihuni,β katanya.
Untuk fasilitas umum, Eman menyebutkan kerusakan terjadi pada jaringan listrik. Sedikitnya empat tiang listrik dilaporkan roboh akibat pergerakan tanah.
βKalau fasilitas umum yang rusak, hanya listrik. Ada sekitar empat tiang yang roboh,β ucapnya.
Terkait perhatian dari pemerintah, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi belum turun langsung ke lokasi. Namun, pemerintah Desa Bantarkalong telah melakukan peninjauan ke titik bencana.
βKalau BPBD belum ada, tapi pemerintah desa Bantarkalong sudah datang ke lokasi,β jelas Eman.
Sementara itu, Nurdin (40), warga Kampung Pasir Gerong RT 09 RW 01 yang terdampak pergerakan tanah, mengungkapkan kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (12/12/2025) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
βPergerakan tanah kejadiannya sekitar jam tiga subuh. Sebetulnya sudah mulai terasa sejak malam Jumat,β ungkap Nurdin.
Pasca kejadian, Nurdin bersama keluarganya memilih mengungsi ke rumah orang tuanya yang lokasinya tidak jauh dari titik bencana, untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan.
Warga berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah daerah dan instansi terkait, mengingat kondisi tanah masih labil dan hujan berpotensi kembali turun di wilayah tersebut.










