Beranda / Lifestyle / Masih Sering Dianggap Candaan, Ini Bentuk Pelecehan Verbal yang Kerap Terjadi di Sekitar Kita

Masih Sering Dianggap Candaan, Ini Bentuk Pelecehan Verbal yang Kerap Terjadi di Sekitar Kita

CORONGSUKABUMI.com – Ucapan yang terdengar ringan atau sekadar β€œbercanda” sering kali dianggap hal biasa dalam interaksi sehari-hari. Namun, tidak semua candaan benar-benar tanpa dampak.

Dalam banyak kasus, kata-kata yang dilontarkan justru bisa masuk dalam kategori pelecehan verbal, terutama jika membuat orang lain merasa tidak nyaman, direndahkan, atau tersinggung.

Mengutip wikipedia.org, pelecehan verbal adalah jenis pelecehan psikologis/mental yang melibatkan penggunaan bahasa lisan, isyarat, dan tulisan yang ditujukan kepada korban. Pelecehan verbal dapat mencakup tindakan melecehkan, melabeli, menghina, memarahi, menegur, atau meneriaki seseorang secara berlebihan.

Fenomena ini kerap terjadi tanpa disadari, baik di lingkungan pertemanan, sekolah, hingga tempat kerja. Berbagai kajian tentang kesehatan mental dan perilaku sosial menunjukkan bahwa pelecehan verbal dapat berdampak serius, terutama jika terjadi berulang dalam jangka waktu lama.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Kata-Kata, Ini Cara Mengenali Ucapan yang Termasuk Pelecehan Verbal

Komentar Fisik yang Menyinggung

Salah satu bentuk yang paling sering terjadi adalah komentar tentang penampilan fisik. Misalnya, menyebut seseorang terlalu gemuk, terlalu kurus, atau mengomentari warna kulit dengan nada merendahkan.

Meski sering dibungkus sebagai candaan, ucapan seperti ini bisa memengaruhi kepercayaan diri, terutama jika terus diulang.

Julukan atau Panggilan yang Merendahkan

Memberi julukan tertentu mungkin terlihat akrab, tetapi jika mengandung unsur merendahkan, hal tersebut bisa termasuk pelecehan verbal.

Baca Juga :  Tekanan Meningkat, Ini Cara Efektif Jaga Kesehatan Mental saat Bekerja

Apalagi jika orang yang dipanggil merasa tidak nyaman, tetapi sulit menolak karena tekanan sosial.

Sindiran dan Sarkasme Berlebihan

Sindiran yang terus-menerus, apalagi dengan nada tajam, bisa menjadi bentuk tekanan tersendiri. Tidak semua orang mampu menerima sarkasme dengan baik, terutama jika menyangkut hal pribadi.

Jika dilakukan berulang, hal ini bisa berdampak pada kondisi emosional seseorang.

Membandingkan dengan Orang Lain

Ucapan seperti β€œkenapa tidak bisa seperti dia?” sering dianggap sebagai motivasi. Namun, jika disampaikan dengan cara yang salah, justru bisa membuat seseorang merasa tidak cukup baik.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Tahu: Begini Cara Membantu Anak Jadi Lebih Percaya Diri

Perbandingan yang tidak sehat dapat menurunkan rasa percaya diri dan memicu tekanan mental.

Meremehkan atau Mengabaikan Perasaan

Menganggap remeh perasaan orang lain, seperti mengatakan β€œah, kamu baper” atau β€œcuma gitu saja kok”, juga termasuk bentuk pelecehan verbal.

Sikap ini membuat seseorang merasa tidak dihargai dan enggan untuk mengekspresikan perasaannya.

Pelecehan verbal tidak selalu terlihat jelas seperti kekerasan fisik, tetapi dampaknya bisa sama seriusnya. Karena itu, penting untuk lebih peka terhadap ucapan yang dilontarkan, baik kepada orang lain maupun diri sendiri.

Sumber: berbagai sumber

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!