Beranda / Pemerintahan / Perkuat Pendampingan Keluarga, Sosialisasi Bangga Kencana Digelar di Sukabumi

Perkuat Pendampingan Keluarga, Sosialisasi Bangga Kencana Digelar di Sukabumi

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Penguatan peran kader dan tenaga pendamping menjadi salah satu fokus dalam upaya membangun keluarga berkualitas di Kabupaten Sukabumi. Melalui sosialisasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), para mitra kerja didorong meningkatkan koordinasi agar program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al Fithroh, Kabupaten Sukabumi, dengan melibatkan Tim Pendamping Keluarga (TPK), Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), serta kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP).

Hadir sebagai narasumber perwakilan Komisi IX DPR RI, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sukabumi.

Dalam pemaparannya, Kapoksi Komisi IX DPR RI menekankan pentingnya keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kehidupan, serta membangun tanggung jawab dan hubungan sosial yang sehat.

Penguatan pembangunan keluarga juga tercermin dari perubahan kelembagaan BKKBN menjadi Kemendukbangga. Cakupan program kini menitikberatkan pembangunan keluarga secara menyeluruh, mulai dari pendampingan remaja hingga kelompok lanjut usia, tidak hanya pada pelayanan keluarga berencana dan kontrasepsi.

Baca Juga :  Kerusakan Jalan Desa Sukatani Surade Jadi Perhatian Dinas PU Sukabumi, Perbaikan Dilakukan Bertahap

Kesiapan remaja dalam merencanakan masa depan dan kehidupan berkeluarga turut menjadi perhatian. Edukasi sejak dini diharapkan membantu membentuk generasi yang sehat, matang, dan bertanggung jawab.

Petugas Lapangan Didorong Jadi Penggerak Perubahan

Plt. Direktur Bina Peran Serta Masyarakat, Anita Latifah, S.Si., M.H., mengingatkan bahwa keberhasilan program pemerintah membutuhkan keterlibatan aktif para pelaksana di lapangan.

PLKB, PKB, dan kader IMP diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berperan mendorong perubahan perilaku di lingkungan masyarakat. Upaya tersebut dapat dimulai dari penguatan komunikasi antara orang tua dan anak, membangun kedekatan emosional, serta menciptakan suasana keluarga yang harmonis.

Anita juga menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan program prioritas, di antaranya GAMAS, GEMAR, dan GATI. Pengawalan program MBG3B agar tepat sasaran serta penguatan SIDAYA untuk mendukung lansia yang sehat, mandiri, produktif, dan berdaya juga menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat pembangunan keluarga.

Struktur TPK Akan Diperkuat

Selain penguatan kapasitas kader, efektivitas pendampingan keluarga di tingkat wilayah turut menjadi perhatian. Ketua Tim Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan, Adang Syamsul Hadi, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa petugas lapangan memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat.

Baca Juga :  Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Kampung KB di Desa Waluran Sukabumi

Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, TPK direncanakan memiliki struktur organisasi dan pembagian tugas yang lebih jelas, dengan dukungan koordinasi bersama PKB dan PLKB.

Setiap RW juga diharapkan memiliki minimal satu TPK agar jangkauan pelayanan dan pendampingan keluarga semakin luas.

Rencana penguatan tersebut akan mengacu pada arahan dan sosialisasi resmi pemerintah pusat sehingga pelaksanaan tugas di lapangan dapat berlangsung lebih terkoordinasi.

GENTING Perkuat Gotong Royong Cegah Stunting

Upaya membangun keluarga berkualitas juga berkaitan erat dengan pencegahan stunting. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang Nugraha, S.IP., M.M., menyoroti pentingnya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dalam mendorong kepedulian bersama terhadap keluarga yang membutuhkan dukungan.

Dalam kesempatan tersebut, Eka membagikan pengalaman pribadi mengenai tumbuh kembang anaknya yang sempat mengalami hambatan pertumbuhan tinggi badan. Melalui pengasuhan, pemenuhan gizi, dan pendampingan berkelanjutan, anaknya dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister dan bekerja di Bank Indonesia.

Baca Juga :  Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Guru SMA, DPPKB Sukabumi: Wujudkan Keluarga Tangguh Lewat Siswa

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang anak membutuhkan perhatian dan dukungan secara konsisten. Para petugas serta kader diharapkan menjalankan pendampingan dengan sungguh-sungguh agar keluarga memperoleh manfaat nyata dari program yang dijalankan.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan Program

Sosialisasi Bangga Kencana ini diharapkan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program pembangunan keluarga. Pemahaman yang telah diperoleh perlu diikuti dengan koordinasi yang baik, pelaksanaan program tepat sasaran, serta evaluasi berkala di setiap wilayah.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendamping, kader, mitra kerja, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pelayanan serta meningkatkan kualitas pendampingan keluarga.

Melalui sinergi tersebut, pembangunan keluarga diharapkan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terbentuknya keluarga yang sehat, harmonis, tangguh, dan berkualitas sebagai fondasi bagi generasi masa depan Indonesia.

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru