CORONGSUKABUMI.com – Bupati Sukabumi, Asep Japar, angkat bicara terkait kasus meninggalnya balita Raya (3) asal Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, yang sempat ramai di media sosial. Ia menyampaikan rasa prihatin sekaligus menegaskan agar pelayanan masyarakat di seluruh tingkatan pemerintahan diperkuat.
“Saya sangat prihatin dengan kejadian ini. Banyak informasi beredar di media sosial, dan barusan saya sudah bertemu dengan keluarganya, termasuk neneknya yang masih ada hubungan keluarga dengan kepala desa,” ujar Asep Japar, dikutip dari unggahan Instagram pribadinya, Selasa (20/8/2025).
Asep Japar menjelaskan, menurut penuturan keluarga, kedua orang tua Raya memang memiliki keterbatasan, baik dari sisi ekonomi maupun sumber daya. Namun, pihak desa dan tenaga kesehatan disebut tetap memberikan pendampingan.
“Barusan ada petugas kesehatan dan pihak kecamatan yang hadir. Saya tanyakan, apakah anak tersebut pernah diperiksa? Neneknya bilang sering, bahkan suka dilayani di posyandu,” tambah Asep Japar.
Buyut Raya, Mak Encoy, juga mengungkapkan bahwa cucunya kerap mendapat bantuan makanan tambahan dari posyandu.
“Sering dikasih biskuit sampai tiga dus, susu dua kilo. Setiap dikasih tahu suka langsung berangkat. Telur, susu, dan biskuit suka dibawa pulang dulu, tapi kadang dimakan orang tuanya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutardi, membantah anggapan pemerintah desa diam terhadap kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah berupaya mendampingi keluarga Raya.
“Kalau dilihat dari ikatan keluarga, saya sangat erat. Di kampung saya mayoritas petani, jadi saya tahu betul kondisi warga. Tadi ada yang bilang pemerintah diam, itu sangat jauh dari kenyataan, karena saya sendiri ikut melaksanakan pendampingan,” kata Wardi.
Asep Japar menekankan, terlepas dari perbedaan informasi, kasus ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal.
“Ini perlu diluruskan. Pertama, saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya ananda Raya. Kedua, saya menegaskan kepada seluruh dinas, kecamatan, desa, hingga RT dan RW agar betul-betul melayani masyarakat dengan prima. Saya tidak ingin kasus seperti ini terulang kembali,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kisah Raya, warga Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sempat viral di media sosial setelah akun filantropi Rumah Teduh @rumah_teduh_sahabat_iin membagikan video kondisi balita tersebut pada Agustus 2025. Dalam video tersebut terlihat tubuh Raya dipenuhi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) sebelum meninggal dunia.
Rekaman medis menunjukkan parasit telah menyebar di tubuh balita hingga melemahkan kondisinya.
Kendala Administratif Keluarga
Pelaksana tugas (Plt) Camat Kabandungan, Budi Andriana, mengurai simpul administrasi yang terlambat. Informasi pertama diterima pada 15 Juli 2025 dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dua hari setelah Raya masuk rumah sakit. Baru pada 21 Juli dilakukan perekaman data, dan sehari kemudian kartu keluarga resmi terbit.Paket liburan keluarga
“Waktu itu kami berupaya untuk mengurus BPJS KIS, namun sorenya kami mendapat kabar Raya meninggal,” ujar Budi.
Budi menegaskan pemerintah hadir di rumah duka dan keluarga Raya bukan tidak diperhatikan, namun menghadapi kendala pola asuh akibat keterbatasan mental orang tua.
“Ayahnya kadang normal, kadang terganggu. Kakak Raya juga pernah kedapatan memakan talas mentah. Pola asuh ini memengaruhi,” ungkapnya.