CORONGSUKABUMI.com – Kondisi memprihatinkan yang dialami Etin (25) bersama ibunya di Kampung Babakan Astana, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Asep Japar turun langsung meninjau lokasi pada Rabu (27/8/2025) setelah kisah Etin viral di media sosial.
Dalam kunjungan itu, Asep menyaksikan sendiri bangunan reyot berdinding bambu dan papan bekas yang dihuni Etin bersama sang ibu. Di ruangan sempit dan lembap tersebut, Etin tidur hanya sejarak satu langkah dari kandang domba, sementara ibunya duduk berselimut kain lusuh di sudut ruangan.
“Kita harus betul-betul segera membantu. Insyaallah awal September kita mulai memperbaiki. Karena memang ini tidak layak huni,” ujar Asep Japar.
Bangunan itu akan segera masuk dalam program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Bupati menegaskan, pihaknya bergerak cepat setelah laporan diterima dan memberikan prioritas bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
“Yang sempat viral kemarin, Ibu Etin yang tinggal di kandang domba, Insyaallah segera kami alihkan ke tempat yang lebih layak. Hari ini pun sudah mulai diupayakan, dan bulan September dua rumah di sini akan dibantu,” ungkapnya.
Untuk mempercepat penanganan, Asep telah menginstruksikan Dinas Perumahan dan Permukiman agar segera melakukan verifikasi dan memastikan seluruh proses berjalan tanpa hambatan.
Perangkat Wilayah Diminta Lebih Tanggap
Selain itu, Bupati Sukabumi juga mengingatkan para kepala desa hingga jajaran RT/RW agar lebih peka terhadap kondisi warganya, terutama mereka yang tinggal di lingkungan rentan.
“Kalau ada rumah yang nyaris roboh, ada orang sakit, atau warga dalam kondisi darurat, jangan dibiarkan. Segera laporkan kepada pemerintah kabupaten agar bisa cepat ditangani,” tegasnya.
Kunjungan Asep Japar ke rumah Etin tak sekadar membawa janji perbaikan fisik, tetapi juga harapan. Bagi Etin dan ibunya, rumah baru bukan hanya tempat berteduh, melainkan awal kehidupan yang lebih layak dan manusiawi.