Site icon Corong Sukabumi

BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sukabumi 8-14 November 2026, Warga Diminta Waspada

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Aktivitas masyarakat di kawasan pesisir selatan Kabupaten Sukabumi perlu dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah pesisir Sukabumi berpotensi mengalami banjir rob pada 8 hingga 14 November 2026.

Potensi banjir pesisir tersebut berkaitan dengan fenomena Fase Bulan Baru yang diperkirakan terjadi pada 9 November 2026. Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum sehingga memicu terjadinya pasang air laut di sejumlah kawasan pesisir.

Peringatan tersebut disampaikan BMKG berdasarkan hasil pemantauan data ketinggian air atau water level serta prediksi pasang surut air laut.

โ€œAdanya fenomena Fase Bulan Baru pada 9 November 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum,โ€ demikian keterangan BMKG dikutip dari unggahan Instagram resminya, Minggu (8/11/2026).

Dalam prakiraannya, wilayah pesisir selatan Jawa Barat menjadi salah satu kawasan yang perlu mengantisipasi potensi banjir rob. Selain Kabupaten Sukabumi, daerah lain yang masuk dalam prakiraan meliputi Kabupaten Garut, Cianjur, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

Kelima wilayah tersebut diprakirakan berpotensi terdampak banjir pesisir pada periode 8 hingga 14 November 2026.

Sementara itu, untuk wilayah Jawa Barat bagian utara, BMKG juga mencatat potensi banjir rob di pesisir Kabupaten Bekasi dan Karawang pada 8 hingga 15 November 2026.

Adapun wilayah pesisir Subang, Indramayu, dan Cirebon sebelumnya masuk dalam prakiraan potensi banjir rob pada 2 hingga 7 November 2026.

Berpotensi Ganggu Aktivitas Masyarakat Pesisir

Potensi banjir rob tidak hanya menjadi perhatian bagi masyarakat yang tinggal di sekitar pantai, tetapi juga mereka yang menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.

BMKG menjelaskan, pasang maksimum air laut dapat berdampak terhadap sejumlah kegiatan masyarakat, mulai dari aktivitas pelabuhan hingga sektor perikanan.

โ€œPotensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat,โ€ tulis BMKG.

Secara nasional, potensi banjir rob pada periode tersebut juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah lain, meliputi pesisir Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, hingga Maluku.

BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir, termasuk wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan kenaikan air laut.

Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta terus mengikuti perkembangan informasi dan pembaruan cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG.

Kewaspadaan tersebut diperlukan agar masyarakat pesisir dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut terhadap aktivitas sehari-hari maupun lingkungan tempat tinggal.

Sumber Jubirtvnews.com:ย Dipengaruhi Fase Bulan Baru, BMKG Ingatkan Warga Pesisir Sukabumi Waspada Banjir Rob 8-14 November 2026

Traktir Kopi
Exit mobile version