Site icon Corong Sukabumi

Buntut Dugaan Keracunan Ratusan Santri di Kota Sukabumi, Dinkes Periksa Sampel MBG

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Dugaan keracunan yang dialami 134 santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kota Sukabumi, kini tengah ditelusuri Dinas Kesehatan (Dinkes). Sejumlah sampel telah diambil dan menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab para santri mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sukabumi Ida Halimah mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di lokasi kejadian. Selain menggali informasi terkait kronologi dan kondisi para santri, petugas juga mengambil sejumlah sampel untuk pemeriksaan laboratorium.

โ€œKami dari dinas kesehatan melakukan PE ya, penyelidikan epidemiologi, termasuk mengambil sampel-sampel untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. Intinya seperti itu, untuk memastikan sebenarnya, apakah bakteri apakah yang menjadi penyebab,โ€ kata Ida, Minggu (16/8/2026).

Adapun sampel yang dikumpulkan di antaranya muntahan santri, sisa menu MBG berupa sayuran, telur, dan tempe. Petugas juga mengambil sisa makanan yang masih berada di dapur Pondok Pesantren Baiti Jannati.

Sampel tersebut selanjutnya diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Sukabumi serta laboratorium tingkat Provinsi Jawa Barat.

Ida mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan dapat diketahui dalam waktu sekitar satu minggu. Hasil tersebut nantinya menjadi salah satu dasar untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.

Meski begitu, hingga saat ini Dinkes Kota Sukabumi belum dapat memastikan bahwa makanan MBG menjadi penyebab dugaan keracunan tersebut.

Ida menegaskan, kesimpulan mengenai penyebab kejadian harus didukung hasil pemeriksaan laboratorium yang valid.

โ€œKita harus dipastikan dengan data penunjang laboratorium yang kuat untuk memastikan penyebabnya oleh jenis kalau bakteri, bakteri apa, seperti itu,โ€ jelasnya.

134 Santri Sempat Dirawat

Sebelumnya, sebanyak 134 santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, mengalami sejumlah keluhan kesehatan yang diduga akibat keracunan makanan.

Keluhan yang dialami para santri di antaranya pusing, mual, muntah, dan sakit perut. Para santri yang terdampak terdiri dari siswa SMP, SMA, serta seorang asatidz atau dewan ustadz.

Peristiwa tersebut mulai terjadi pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah santri saat itu mulai mengeluhkan pusing.

Pada Jumat malam, jumlah santri yang mengalami keluhan bertambah. Mereka mulai mengalami muntah dan mules.

Kondisi semakin meningkat pada Sabtu (15/8/2026) subuh. Semakin banyak santri mengalami muntah-muntah sehingga pihak pondok pesantren membawa mereka ke Puskesmas Cikundul untuk mendapatkan penanganan medis.

Karena jumlah santri yang membutuhkan penanganan terus bertambah, mereka kemudian dirujuk ke RSUD Al-Mulk dan sebagian lainnya ke RSUD R Syamsudin SH atau RS Bunut.

Sebelum mengalami gejala tersebut, para santri diketahui telah menyantap makanan dari program MBG setelah melaksanakan salat Jumat sekitar pukul 12.30 WIB.

Namun, keterkaitan antara makanan MBG dan gangguan kesehatan yang dialami para santri masih belum dapat dipastikan. Dinkes Kota Sukabumi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebabnya.

Pemeriksaan terhadap sampel muntahan, sisa makanan MBG, serta makanan yang tersimpan di dapur pondok pesantren dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai sumber penyebab kejadian tersebut.

Sumber Jubirtvnews.com:ย Dinkes Uji Lab Sampel MBG Buntut Ratusan Santri di Kota Sukabumi Keracunan

Exit mobile version