Nelly menambahkan, pohon mahoni yang berada di seberang rumahnya tersebut sebenarnya sudah tampak rapuh dan miring sejak beberapa hari lalu.
“Emang dari kemarin udah kelihatan berpotensi tumbang. Cuma gimana, saya mah orang kecil, laporan juga nggak didengerin. Desa udah koordinasi sih, tapi urusan penebangan pohon kan susah,” keluhnya.
Kerusakan rumah membuat Nelly bersama anak-anaknya terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. Saat kejadian, suaminya sedang bekerja sebagai buruh bangunan di luar kota.
“Tadi juga suami saya langsung pulang setelah dikasih tahu kejadian ini. Yang penting anak-anak selamat. Soal rumah, mudah-mudahan ada pihak yang mau bantu. Sekarang sementara tinggal di rumah tetangga dulu,” kata Nelly.
Sementara itu, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, menyebut pohon mahoni setinggi sekitar 30 meter itu tumbang sekitar pukul 12.45 WIB, tak lama setelah salat Jumat.
“Pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam kejadian ini,” jelas Mahbubillah.

Tim gabungan dari BPBD, Polres Sukabumi, Damkar, Kementerian PU, dan pihak kecamatan kemudian turun langsung melakukan evakuasi batang pohon mahoni tersebut.
Proses evakuasi selesai sekitar pukul 14.20 WIB, membuat lalu lintas kembali normal.
“Tim gabungan menggunakan tiga unit mesin sinso untuk mengevakuasi pohon,” pungkasnya.










