CORONGSUKABUMI.com – Sebanyak 35 rumah warga di Kampung Bojongpereng, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mengalami kerusakan setelah diterjang hujan deras dan angin kencang, Rabu (30/9/2026). Enam rumah di antaranya mengalami kerusakan parah hingga membuat penghuninya memilih mengungsi.*
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Berdasarkan keterangan warga, cuaca ekstrem diawali dengan hujan es yang kemudian disusul hujan deras dan angin kencang.
Tiupan angin membuat sejumlah bagian rumah warga mengalami kerusakan, termasuk atap yang beterbangan.
Kepala Desa Nyangkowek, Abdul Haris, mengatakan Kampung Bojongpereng menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat cuaca ekstrem tersebut.
Menurutnya, dari pendataan sementara terdapat 35 rumah yang mengalami kerusakan dengan tingkat berbeda-beda. Enam rumah di antaranya masuk kategori rusak parah.
Selain rumah warga, sebuah bangunan madrasah juga turut terdampak akibat peristiwa tersebut.
“Jumlah yang kategori rusak itu 35. Termasuk ada madrasah juga ada. Kurang lebih 6 yang kategori parah,” jelasnya.
Kerusakan parah membuat sejumlah warga memilih meninggalkan rumah untuk sementara waktu. Mereka mengungsi ke rumah anak maupun kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Ada yang diungsikan satu keluarga, 1 KK, ke anaknya yang terdekat di sini. Karena kalau didiemin takutnya roboh, parah banget soalnya kerusakannya, sekarang lagi dibongkar,” tuturnya.
Warga memilih mengungsi karena kondisi bangunan yang mengalami kerusakan cukup berat dinilai berisiko apabila tetap ditempati.
Dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di kawasan sekitar Desa Nyangkowek. Hujan deras dan angin kencang turut menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendidikan di wilayah Desa Purwasari yang berada tidak jauh dari Kampung Bojongpereng.
Di SMAN 1 Cicurug, sebuah pohon beringin berukuran besar yang berada di halaman sekolah tumbang setelah diterjang angin kencang.
Pohon tersebut kemudian menimpa sejumlah kendaraan yang terparkir di area sekolah, terdiri dari sepeda motor dan mobil milik guru.
Sementara itu, bangunan SMPN 2 Cicurug juga mengalami kerusakan pada sejumlah bagian, terutama di bagian atap.
Kerusakan tersebut berdampak pada aktivitas pembelajaran. Pihak sekolah kemudian menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari.
Penanganan terhadap dampak cuaca ekstrem dilakukan secara bertahap, termasuk pendataan rumah warga yang terdampak serta penanganan kerusakan fasilitas dan bangunan yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Diterjang Cuaca Ekstrem, 35 Rumah Warga Nyangkowek Cicurug Sukabumi Alami Kerusakan










