Site icon Corong Sukabumi

Dari Greenhouse ke Agrowisata, Wabup Sukabumi Bidik Budidaya Melon Tenjoayu Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Budidaya melon premium dengan sistem greenhouse di Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mulai memperlihatkan peluang usaha yang menjanjikan. Dikelola oleh BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri, usaha tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi daya tarik agrowisata.

Potensi tersebut mendapat perhatian Wakil Bupati Sukabumi Andreas saat menghadiri kegiatan panen melon di Tenjoayu Sukses Mandiri Farm, Kampung Tenjoayu, Minggu (1/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Andreas mengapresiasi inisiatif BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri yang mampu mengembangkan sektor pertanian produktif meskipun dihadapkan pada keterbatasan lahan.

Menurutnya, pengembangan usaha desa perlu ditopang perencanaan bisnis dan manajemen profesional agar mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Ia juga mendorong agar budidaya melon di Tenjoayu bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membangun kerja sama antardesa, khususnya dengan wilayah yang memiliki ketersediaan lahan lebih luas.

Melalui kolaborasi tersebut, Tenjoayu dapat berbagi pengetahuan, tenaga ahli, hingga teknologi budidaya untuk meningkatkan kapasitas produksi.

โ€œIni bisa menjadi ikon. Ke depan, bukan tidak mungkin Cicurug dikenal dengan melon. Potensinya juga bisa dikembangkan untuk mendukung agrowisata dan menggerakkan ekonomi lokal,โ€ katanya.

Andreas berharap keberhasilan BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri dapat menjadi inspirasi bagi desa lain di Kecamatan Cicurug untuk mengoptimalkan potensi unggulan masing-masing.

โ€œBudidaya melon ini diharapkan tumbuh menjadi industri pertanian sekaligus memperkuat identitas potensi wilayah Kabupaten Sukabumi,โ€ tuturnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri, Asep Angga Purnama, mengatakan pengembangan budidaya melon saat ini dilakukan melalui dua unit greenhouse. Masing-masing unit memiliki kapasitas sekitar 600 tanaman.

Adapun varietas yang dibudidayakan terdiri dari melon Lavender asal Vietnam dan Dalmation.

Asep menjelaskan, hasil evaluasi dari kegiatan usaha menunjukkan bahwa budidaya melon tersebut memiliki prospek yang cukup baik. Pada panen pertama, pendapatan yang berhasil diperoleh mencapai sekitar Rp30 juta.

Sementara untuk panen kedua, pihaknya menargetkan pendapatan sebesar Rp45 juta. Target tersebut diharapkan tercapai setelah dilakukan sejumlah pembenahan manajemen serta penanganan kendala hama yang sebelumnya dihadapi.

Dari sisi pemasaran, hasil panen saat ini masih dipasarkan secara terbatas kepada masyarakat sekitar. Meski demikian, tingginya minat pembeli membuat seluruh hasil panen dapat terjual dalam waktu dua hari.

Ke depan, BUMDes Tenjoayu Sukses Mandiri berencana meningkatkan kapasitas produksi agar mampu memenuhi standar minimal ekspor sekitar 20 ton. Namun, dengan fasilitas dua greenhouse yang dimiliki saat ini, produksi melon baru mencapai kisaran dua ton.

โ€œKami menargetkan pengembangan produksi hingga memenuhi standar minimal ekspor sekitar 20 ton. Dari dua greenhouse, produksi saat ini baru mencapai sekitar dua ton,โ€ pungkasnya.

Pengembangan budidaya melon premium tersebut diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat kemandirian ekonomi desa. Selain membuka peluang usaha di sektor pertanian, potensi tersebut juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

Traktir Kopi
Exit mobile version