Beranda / Daerah / Duduk Perkara Insiden Perusakan Rumah Singgah di Sukabumi, Aparat Tegaskan Bukan Tempat Ibadah

Duduk Perkara Insiden Perusakan Rumah Singgah di Sukabumi, Aparat Tegaskan Bukan Tempat Ibadah

Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sukabumi, Pendeta Beresan Bagaring, juga meluruskan informasi yang beredar terkait insiden perusakan rumah singgah ini.

“Kebetulan saat itu ada peringatan 1 Muharam, kemudian muncul dugaan bahwa lokasi tersebut merupakan tempat ibadah. Padahal itu hanya villa milik warga, dan memang ada kekurangan dalam komunikasi dengan pemilik tempat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kegiatan retret bukanlah ibadah, melainkan pembinaan karakter anak-anak usia sekolah.

“Itu bukan ibadah, tapi pembinaan seperti yang dijelaskan Pak Kapolres. Terjadi salah pengertian saja. Kami sudah berkoordinasi dengan Camat, Kepala Desa, hingga RT setempat, dan semua berjalan baik. Sebagai pendeta, saya anggap persoalan ini sudah selesai dan ada hikmah yang bisa dipetik dari kejadian ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Siswi MTs di Sukabumi Diduga Akhiri Hidup Karena Bullying, Polisi Selidiki

Ia pun berharap kegiatan edukatif seperti retret tetap bisa digelar di masa mendatang dengan komunikasi yang lebih baik.

“Kebetulan saja kemarin liburan anak-anak, ada semacam piknik, retret bersama, edukasi pembinaan anak-anak, jadi itu yang dibuat di sana. Jadi supaya ini clear bahwa ini murni pembinaan anak-anak, kami harap itu jadi pelajaran bersama,” tutupnya.

Jongky Dien (56 tahun) sang pengelola juga membantah bahwa rumah singgah tersebut dijadikan gereja atau tempat ibadah. Menurutnya, kegiatan yang digelar bersifat kekeluargaan dan sosial, tidak rutin, serta bukan kegiatan ibadah formal.

“Saya harus tegaskan juga bahwa ini bukan tempat ibadah, ini rumah tinggal. Tahun ini tidak ada ibadah yang dijadwalkan. Kegiatan paling hiburan keluarga, temporer,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus Pencemaran Nama Baik Habib di Sukabumi; Tokoh Agama Laporkan 3 Orang Ke Satreskrim Polres

β€œBiasanya (pemilik rumah) cuma datang hari libur. Kadang ada arisan, kadang pembinaan mental anak muda. Bukan ibadah, dan bukan kegiatan rutin. Ibu (pemilik rumah) juga kadang pakai rumah ini untuk istirahat saja,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap kegiatan dilaporkan kepada Ketua RT.

“Acara terakhir itu pun saya sudah lapor ke Pak RT. Bahkan waktu itu Pak RT minta videokan. Sudah saya kasih videonya, isinya cuma nyanyi. Game-nya enggak sempat kerekam,” kata dia.

Jongky menambahkan bahwa pada Januari 2025, sempat digelar arisan oleh komunitas warga Manado yang disertai ibadah singkat, dan kegiatan tersebut telah dikoordinasikan sebelumnya.

“Itu sudah dikoordinasikan juga. Sama seperti acara retret dari Bekasi, itu lebih ke pembinaan karakter. Memang disponsori gereja, tapi bukan ibadah. Yang kerja di rumah ini tujuh orang muslim semua, enggak ada yang ditutup-tutupi,” jelasnya.

Baca Juga :  Jam Kerja ASN Sukabumi Disesuaikan Selama Ramadan, BKPSDM Tekankan Profesionalisme

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada berita yang belum terverifikasi, dan tidak menyebarkan informasi yang memperkeruh suasana.

β€œKita jangan saling tuding. Kita harus lihat informasi yang benar, jangan ikut menyebarkan hoaks. Saya pribadi dan keluarga minta tolong kepada yang bikin berita tidak benar, supaya dihentikan karena ini bikin situasi jadi enggak nyaman,” katanya.

β€œSaya tetap berbaur dengan masyarakat sini, alhamdulillah aparat, tokoh agama, pemerintah, semua bantu. Mudah-mudahan ini jadi pengalaman bersama, ke depan kita lebih baik, saling tolong menolong,” tandasnya.

Halaman: 1 2 3

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!