CORONGSUKABUMI.com โ Kerusakan jembatan sempat membuat warga Kampung Kamandoran dan Kampung Karang Tengah Hilir, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, harus mencari cara lain untuk beraktivitas. Kini, setelah Jembatan Presisi Kamandoran kembali kokoh dan dapat dilalui, warga tak lagi perlu turun ke aliran Sungai Cimahi atau mengeluarkan ongkos ojek untuk sekadar berpindah kampung.
Jembatan gantung yang dibangun melalui kerja sama Polres Sukabumi dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi tersebut kini kembali menjadi akses penting yang menghubungkan kedua kampung.
Sebelumnya, kondisi jembatan lama yang mengalami kerusakan membuat warga kesulitan melintas. Mereka terpaksa turun ke sungai dan berjalan melewati aliran Sungai Cimahi ketika hendak menuju Kampung Karang Tengah Hilir ke Kamandoran maupun sebaliknya.
Kondisi itu tentu menyulitkan aktivitas sehari-hari masyarakat. Akses warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat kerja, hingga pusat perekonomian pun ikut terdampak.
Warga sebenarnya masih memiliki jalur alternatif dengan menggunakan ojek. Namun, pilihan tersebut membuat mereka harus mengeluarkan biaya tambahan yang cukup besar. Sekali perjalanan, ongkos ojek mencapai sekitar Rp15 ribu, sehingga untuk pulang-pergi warga harus menyiapkan sekitar Rp30 ribu.
Nurhayati (60), salah seorang warga, mengaku bersyukur dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut. Menurutnya, keberadaan Jembatan Presisi Kamandoran membuat warga tidak lagi harus turun ke sungai ataupun mengeluarkan biaya ojek hanya untuk berpindah kampung.
โSenang karena kehadiran jembatan ini begitu membantu. Sebelum ada jembatan ini, jalan kaki ke bawah ke sungai. Kalau ongkos kan mahal naik ojek, pulang pergi Rp 35 ribu,โ ujar Nurhayati.
Menurut Nurhayati, jembatan tersebut selama ini menjadi akses penting bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas. Warga Kampung Kamandoran menggunakannya untuk menuju Kampung Karang Tengah Hilir sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan.
Kembali berfungsinya jembatan bukan hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga meringankan beban pengeluaran masyarakat. Warga dapat melintas langsung tanpa harus memutar menggunakan kendaraan ojek.
Bagi masyarakat Kampung Kamandoran dan Kampung Karang Tengah Hilir, jembatan tersebut bukan sekadar infrastruktur penghubung. Kehadirannya kembali membuka akses yang selama ini menjadi kebutuhan penting warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Akses tersebut dibutuhkan warga untuk bersekolah, bekerja, berobat ke puskesmas, hingga berbelanja ke pasar. Dengan kembali dapat dilalui, jembatan tersebut dinilai memberikan kemudahan sekaligus menghemat waktu dan biaya transportasi masyarakat.
โBanyak manfaatnya, kan sebelum ada ini mesti turun ke kali. Kalau pun tidak kalau mau ke Cibadak itu naik ojek ke arah Karang Tengah. Jembatan ini penting bagi warga, sebab dilalui anak sekolah, orang mau kerja,โ kata Enung, warga lainnya.
Jembatan Presisi Kamandoran ini merupakan salah satu dari 3.395 jembatan TNI-Polri yang diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis 13 Agustus 2026.
Di Kabupaten Sukabumi, peresmian Jembatan tersebut dilakukan oleh Kapolres Sukabumi AKBP Beni Cahyadi, didampingi Bupati Sukabumi Asep Japar.
Kegiatan peresmian turut dihadiri masyarakat, tokoh masyarakat, kepala desa, unsur pemerintah kecamatan, serta jajaran kepolisian.
Sumber Jubirtvnews.com:ย Cerita Warga Tak Perlu Turun ke Sungai Setelah Jembatan Presisi Kamandoran Cibadak Sukabumi Dibuat Kokoh

