CORONGSUKABUMI.com – Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sukabumi terbuka terhadap kritik dan keluhan masyarakat. Hal tersebut ia sampaikan dalam kegiatan Muhibah Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Besar Al-Misbahul Huda, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Selasa (3/3/2026).
Menurut Andreas, menerima kritik dan aspirasi merupakan bagian dari tugas serta tanggung jawab sebagai pemerintah daerah. Ia bersama Bupati Sukabumi, Asep Japar, disebutnya tidak pernah merasa keberatan untuk mendengar berbagai masukan dari masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media sosial.
βInshaallah saya dengan Pak Bupati tidak bosan-bosan mendengar kritik dan keluhan karena itu bagian dari tanggung jawab kami. Kami tidak anti kritik dan tidak anti keluhan. Semua kami tampung,β ujarnya.
Ia mengungkapkan, setiap keluhan yang muncul di media sosial selalu dipantau secara langsung olehnya bersama bupati. Bahkan, respons cepat kerap dilakukan dengan berkoordinasi kepada camat maupun kepala dinas terkait agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Andreas mengakui, dalam pelaksanaannya di lapangan terkadang muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait mekanisme dan proses birokrasi yang harus dilalui. Namun hal tersebut dinilai sebagai sesuatu yang wajar.
βKami memaklumi jika masyarakat belum sepenuhnya memahami proses dan mekanisme yang ada. Itu menjadi tugas kami untuk memberikan penjelasan,β katanya.
Ia pun menitipkan pesan khusus kepada para camat sebagai garda terdepan pelayanan publik di wilayah. Menurutnya, ketika masyarakat menyampaikan keluhan, sekalipun dengan nada emosi, aparatur tidak boleh terpancing dan tetap harus memberikan pelayanan terbaik.
βWalaupun masyarakat marah atau belum memahami situasi, kita sebagai pemerintah yang paham tidak boleh ikut marah. Kita harus tetap memberikan senyuman dan pelayanan yang baik,β tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta membangun komunikasi yang terbuka dan responsif dengan masyarakat.










