Site icon Corong Sukabumi

Kemarau Meluas di Kota Sukabumi, 6 Kecamatan Terdampak dan 12.517 Jiwa Kesulitan Air Bersih

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Warga di sejumlah wilayah Kota Sukabumi mulai menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih seiring kemarau yang masih berlangsung. Sedikitnya 12.517 jiwa yang tersebar di enam kecamatan terdampak, dengan sebagian sumur warga mengalami penyusutan debit hingga mengering.

Data tersebut berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi. Dari jumlah warga terdampak itu, terdapat sekitar 3.785 kepala keluarga yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk aktivitas sehari-hari.

โ€œUntuk jiwa 12.517 dan untuk Kepala Keluarganya kurang lebih 3.785,โ€ ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, Senin (25/8/2026).

Enam kecamatan yang dilaporkan terdampak kekeringan yakni Lembursitu, Warudoyong, Baros, Cibeureum, Citamiang, dan Cikole.

Kondisi paling parah tercatat terjadi di Kecamatan Lembursitu. Di wilayah tersebut, sebanyak 7.560 jiwa dilaporkan mengalami kesulitan mengakses air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kota Sukabumi bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Polres Sukabumi Kota, dan sejumlah instansi terkait terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah terdampak.

Penyaluran bantuan tersebut telah dilakukan sejak Juni 2026. Hingga pertengahan Agustus, distribusi air bersih telah dilakukan sebanyak 16 kali ke sejumlah titik yang mengalami krisis air.

โ€œDalam krisis air bersih ini, BPBD menyalurkan atau mendistribusikan air bersih bersama dengan PMI dan lembaga-lembaga lainnya, sampai saat ini kira-kira 16 kali pendistribusian air ke berbagai kecamatan atau kelurahan,โ€ ungkap Suhendar.

Dalam rangkaian distribusi tersebut, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 122.200 liter.

โ€œSudah disalurkan sebanyak 122.200 liter dari mulai bulan Juni sampai kemarin,โ€ kata Suhendar.

Air bantuan tersebut terutama digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, seperti memasak dan minum. Pasalnya, sumber air dari sumur warga di sejumlah lokasi tidak lagi mencukupi akibat debit air yang terus menurun.

โ€œAir yang didistribusikan oleh pemerintah kepada masyarakat digunakan untuk konsumsi sehari-sehari, seperti memasak dan minum. Karena untuk minum dan memasak, tidak ada, sebab sumurnya mengering,โ€ jelasnya.

Dari total air yang telah disalurkan, Kecamatan Lembursitu mendapat distribusi terbanyak dengan 63.500 liter. Berikutnya Warudoyong sebanyak 18.000 liter, Baros 16.700 liter, Cibeureum 10.000 liter, Citamiang 9.000 liter, dan Cikole sebanyak 5.000 liter.

Suhendar mengatakan kondisi kekeringan di sejumlah wilayah Kota Sukabumi bukan kali pertama terjadi. Salah satu kawasan yang kini kembali mengalami dampak cukup parah berada di sekitar Cikundul, Kecamatan Lembursitu.

โ€œDaerah yang terdampak parah ada di sekitaran Cikundul. Sebagaimana 2023 juga mengalami hal yang sama, yang mana sumur-sumur milik warga, debitnya airnya berkurang,โ€ jelasnya.

BPBD Kota Sukabumi memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau masih berlangsung. Distribusi bantuan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.

Sumber Jubirtvnews.com:ย Dampak Kemarau di Kota Sukabumi: 6 Kecamatan Kekeringan, 12.517 Jiwa Kesulitan Air Bersih

Exit mobile version