CORONGSUKABUMI.com โ Cita rasa kopi dari Desa Gunungkaramat, Kabupaten Sukabumi, mulai diarahkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional. Potensi tersebut didukung keberadaan tiga varietas kopi, yakni robusta, arabika, dan liberika, yang terus dikembangkan dari sisi produksi hingga pengolahan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, mengatakan pengembangan kopi Gunungkaramat menjadi salah satu potensi perkebunan yang perlu diperkuat, baik dari sisi produksi maupun kemampuan kelompok tani dalam mengolah hasil panen.
โPotensi di Desa Gunungkaramat sangat menjanjikan. Ada tiga varietas kopi yang ada di Gunungkaramat, yaitu robusta sekitar 20 hektare, arabika 100 hektare dan liberika sekitar 5 hektare,โ ujar Aep, belum lama ini.
Untuk meningkatkan kualitas produksi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi telah memberikan sejumlah fasilitasi kepada kelompok tani kopi Gunungkaramat. Bantuan tersebut meliputi bibit kopi arabika serta peralatan pascapanen, seperti pulper, huller, roasting, dan UV dryer.
Dukungan juga diberikan melalui penyediaan gudang dan kendaraan roda tiga untuk menunjang aktivitas kelompok tani. Sementara dari sisi sumber daya manusia, peningkatan kapasitas dilakukan melalui studi banding dan keikutsertaan kelompok tani dalam berbagai pameran.
Berbagai upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengenalan produk kopi Gunungkaramat yang dipasarkan dengan merek Karamat Coffee.
Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada sejumlah kendala. Salah satunya keterbatasan peralatan pascapanen modern yang dinilai penting untuk menjaga kualitas biji kopi sekaligus menghasilkan cita rasa yang mampu bersaing.
โYang menjadi kendala sekarang alat pascapanen yang kurang modern. Kelompok tani menginginkan alat-alat kopi yang modern untuk bisa bersaing dari sisi kualitas dan rasa kopinya. Dinas terus mengupayakan bantuan alat-alat yang berkualitas,โ tuturnya.
Di tengah upaya meningkatkan kualitas produksi, peluang pemasaran ke luar negeri juga mulai dibuka. Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak dari Yunani, China, dan Belanda, terutama melalui jaringan kafe di negara-negara tersebut.
โUntuk pengembangan pasar, kami membantu kerja sama dan koordinasi dengan Yunani, China dan Belanda melalui kafe-kafe mereka,โ lanjutnya.
Peluang tersebut turut mendapat dukungan dari mitra luar negeri. Pihak Yunani disebut telah memberikan bantuan berupa alat penyortir kopi untuk membantu memastikan kualitas biji kopi yang dihasilkan kelompok tani.
Selain dukungan peralatan, peluang permintaan juga mulai terbuka. Kebutuhan dari perorangan disebut mencapai sekitar satu ton per tahun dalam bentuk berasan kopi.
Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi berharap penguatan sarana produksi, peningkatan kapasitas kelompok tani, penggunaan teknologi pascapanen, serta perluasan jaringan pemasaran dapat semakin meningkatkan daya saing Karamat Coffee.
Dengan berbagai dukungan tersebut, kopi Gunungkaramat diharapkan tidak hanya mampu memperluas pasar di dalam negeri, tetapi juga semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan Kabupaten Sukabumi di pasar internasional.

