CORONGSUKABUMI.com โ Khidmatnya peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya terasa di lapangan upacara. Di Panti Sosial Aura Welas Asih, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, sekitar 100 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) turut memperingati kemerdekaan dengan mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih, Senin (17/8/2026).
Para penghuni panti tampak berbaris rapi mengikuti setiap tahapan upacara di bawah pendampingan petugas. Barisan laki-laki dan perempuan dipisahkan secara tertib, sementara seluruh peserta diarahkan untuk mengikuti prosesi sesuai instruksi.
Bagi pihak panti, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni peringatan HUT RI. Upacara dijadikan bagian dari proses terapi dan rehabilitasi sosial bagi para penghuni.
Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Panti Aura Welas Asih, Leni Nurmayunita, mengatakan kegiatan baris-berbaris dan upacara bendera dirancang untuk membantu penghuni melatih fokus, kedisiplinan hingga kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
โKegiatan ini merupakan bagian dari terapi sosial dan rehabilitasi mental melalui baris-berbaris dan upacara bendera. Mereka dilatih untuk fokus, disiplin, berinteraksi secara komunal, serta merasakan kembali keteraturan sosial,โ ujar Leni.
Menurut Leni, kemampuan para penghuni mengikuti rangkaian upacara dengan tertib merupakan bagian dari perkembangan yang terus dipantau selama menjalani proses rehabilitasi.
โKetika mereka mampu berdiri tegak dan mengikuti instruksi dengan tertib, itu adalah langkah besar dalam proses pemulihan mereka,โ katanya.
Semarak peringatan HUT ke-81 RI di panti tersebut juga tidak berhenti pada upacara. Sejumlah perlombaan khas perayaan kemerdekaan turut digelar untuk memberikan suasana berbeda bagi para penghuni.
Rangkaian perlombaan bahkan telah dimulai sejak 10 Agustus 2026, salah satunya lomba makan kerupuk.
Usai upacara, suasana di lingkungan panti berubah lebih santai. Petugas, pembina, dan relawan berkumpul bersama para penghuni untuk menikmati momentum perayaan kemerdekaan.
Namun, di balik kegiatan tersebut, pihak panti ingin menyampaikan pesan yang lebih luas kepada masyarakat. Para penghuni ODGJ diharapkan tidak terus dipandang melalui stigma negatif yang membuat mereka semakin jauh dari kehidupan sosial.
Leni berharap masyarakat dapat melihat para penghuni panti dari sisi kemanusiaan dan memberikan ruang bagi mereka untuk tetap berinteraksi serta mendapatkan dukungan.
โKemerdekaan sejati adalah ketika mereka tidak lagi dipandang sebelah mata atau dijauhi dengan stigma negatif,โ tuturnya.
Ia menilai dukungan keluarga dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam proses pemulihan. Dengan pendampingan, kasih sayang, serta perawatan yang tepat, para penghuni panti tetap memiliki kesempatan untuk berkembang dan kembali berdaya di tengah masyarakat.
โKami ingin mengetuk hati keluarga dan masyarakat luas bahwa dengan kasih sayang, kesabaran, dan perawatan yang tepat, mereka memiliki peluang besar untuk pulih dan kembali berdaya di tengah lingkungan sosial,โ tandasnya.
Sumber Jubirtvnews.com:ย Sentuh Sisi Kemanusiaan: 100 ODGJ di Palabuhanratu Sukabumi Khidmat Ikuti Upacara HUT ke-81 RI

