CORONGSUKABUMI.com – Mobilitas masyarakat menggunakan kereta api di jalur Bogor-Sukabumi terus menunjukkan peningkatan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat 1.120.555 pelanggan berangkat dari 10 stasiun di sepanjang jalur tersebut selama Januari hingga Agustus 2026.
Jumlah itu meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 1.056.830 pelanggan. Dengan demikian, terdapat tambahan 63.725 pelanggan dalam delapan bulan pertama 2026.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi salah satu moda transportasi yang digunakan masyarakat untuk menunjang mobilitas antara Bogor dan Sukabumi.
βSepanjang Januari hingga Agustus 2026, terdapat lebih dari 1,12 juta pelanggan yang berangkat dari 10 stasiun tersebut. Angka ini bertambah sekitar 63.725 pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi kereta api terus menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Bogor hingga Sukabumi,” kata Franoto, Rabu (23/9/2026).
Sepuluh stasiun yang tercatat dalam data KAI Daop 1 Jakarta tersebut yakni Bogor Paledang, Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cibadak, Karangtengah, Cisaat, dan Sukabumi.
Stasiun Sukabumi Catat Keberangkatan Tertinggi
Dari 10 stasiun tersebut, Stasiun Sukabumi mencatat jumlah pelanggan berangkat paling tinggi. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlahnya mencapai 555.131 pelanggan.
Angka tersebut meningkat sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 518.828 pelanggan.
Setelah Stasiun Sukabumi, volume pelanggan tertinggi berikutnya tercatat di Stasiun Bogor Paledang dengan 365.149 pelanggan.
Sementara itu, Stasiun Cibadak mencatat 58.694 pelanggan, Cisaat sebanyak 55.298 pelanggan, dan Parungkuda sebanyak 31.886 pelanggan.
Adapun Stasiun Cicurug melayani 27.493 pelanggan, Cigombong 10.788 pelanggan, Karangtengah 9.938 pelanggan, Maseng 2.973 pelanggan, serta Batutulis sebanyak 645 pelanggan.
KAI juga mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan di sejumlah stasiun. Stasiun Cigombong mengalami salah satu kenaikan tertinggi, yakni sekitar 10,5 persen, dari 9.763 pelanggan pada Januari-Agustus 2025 menjadi 10.788 pelanggan pada periode yang sama tahun ini.
Pertumbuhan juga terjadi di Stasiun Cicurug yang naik sekitar 10 persen, dari 24.983 menjadi 27.493 pelanggan. Sementara Stasiun Cisaat mengalami peningkatan sekitar 5,1 persen, dari 52.611 menjadi 55.298 pelanggan.
Di sisi lain, jumlah pelanggan Kereta Pangrango yang berangkat dari Stasiun Bogor Paledang jika dihitung secara gabungan mencapai 367.709 pelanggan sepanjang Januari-Agustus 2026.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 6,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat sebanyak 344.124 pelanggan.
Menurut Franoto, peningkatan jumlah pelanggan juga memperlihatkan peran masing-masing stasiun sebagai simpul mobilitas masyarakat di wilayah Bogor dan Sukabumi.
βSetiap stasiun memiliki perannya masing-masing sebagai simpul mobilitas masyarakat. Dengan akses transportasi yang semakin mudah, masyarakat dapat melakukan perjalanan untuk bekerja, sekolah, berdagang, berwisata maupun berbagai aktivitas produktif lainnya secara lebih efektif,β tutur Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap layanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, baik di stasiun maupun selama perjalanan kereta api.
βKAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang mampu menghubungkan masyarakat dan wilayah. Kami berharap keberadaan kereta api dapat terus memberikan kontribusi terhadap mobilitas masyarakat, pengembangan pariwisata, serta pertumbuhan aktivitas ekonomi di kawasan Bogor dan Sukabumi,β tandasnya.
Sumber Jubirtvnews.com:Β KAI Catat Penumpang Kereta Bogor-Sukabumi Tembus 1,12 Juta, Naik 6 Persen Dibanding Periode Tahun Lalu









