Site icon Corong Sukabumi

Rumah dan Galeri Hangus Terbakar, Perajin Gelang Simpay di Ciptamulya Sukabumi Kehilangan Mata Pencaharian

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Kebakaran yang melanda Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tidak hanya menghanguskan puluhan rumah warga. Musibah yang terjadi pada 25 Juli 2026 itu juga memukul para pelaku usaha kerajinan tradisional yang selama ini menggantungkan hidup dari warisan budaya Kasepuhan.

Salah satu yang merasakan dampak paling besar adalah Sulisna (40), atau yang akrab disapa Kang Ilus. Selama hampir 12 tahun, ia menekuni kerajinan gelang simpay, aksesori khas masyarakat Kasepuhan yang dibuat dari serat atau rotan alam.

Kini, seluruh hasil jerih payahnya lenyap dalam sekejap. Rumah yang menjadi tempat produksi, bahan baku, stok gelang yang telah selesai dibuat, hingga pesanan pelanggan yang siap dikirim semuanya habis dilalap api.

Kang Ilus masih mengingat detik-detik saat dirinya berusaha membantu warga memadamkan kobaran api. Namun, besarnya si jago merah membuat rumahnya tidak lagi dapat diselamatkan.

โ€œSaat itu saya menolong memadamkan api dulu, ternyata sudah tidak bisa tertolong. Ketika pulang ke rumah, api sudah ada di rumah. Jadi bahan yang sudah jadi gelang, bahan yang belum jadi, semuanya habis dilalap api,โ€ ujar Kang Ilus, Minggu (2/8/2026).

Tidak hanya rumah produksi, galeri yang selama ini menjadi tempat penyimpanan berbagai hasil kerajinan turut musnah. Beragam karya seperti gelang simpay, ikat tradisional, hingga perlengkapan batik tulis yang biasa digunakan untuk kegiatan edukasi masyarakat ikut hangus terbakar.

Di antara seluruh kerugian yang dialaminya, pesanan pelanggan menjadi kehilangan yang paling membekas. Puluhan gelang simpay yang telah selesai dibuat seharusnya segera dikirim ke Jakarta, namun akhirnya tidak pernah sampai ke tangan pembeli.

โ€œPesanan itu sudah lumayan banyak. Yang belum dikerjakan juga masih ada, yang sudah siap antar pun sudah banyak. Kalau dihitung sekitar Rp500 sampai Rp600 ribu yang mau dikirim ke Jakarta, tapi akhirnya tidak jadi karena semua gelang terbakar,โ€ katanya.

Bagi Kang Ilus, gelang simpay bukan sekadar produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Kerajinan tersebut merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Kasepuhan yang diwariskan secara turun-temurun dan terus dijaga oleh para perajin lokal.

Sebelum kebakaran terjadi, terdapat sekitar lima perajin gelang simpay yang masih aktif memproduksi kerajinan sesuai pesanan. Kini, seluruh aktivitas tersebut terhenti karena peralatan, bahan baku, dan tempat produksi ikut musnah dalam kebakaran.

โ€œSemua pengrajin di sini kena dampak. Kami belum bisa produksi lagi. Jangankan membuat gelang, rumah saja sudah tidak punya,โ€ ungkapnya.

Di tengah upaya memulai kembali kehidupan dari nol, Kang Ilus berharap ada perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agar para perajin dapat kembali berkarya. Menurutnya, bantuan yang dibutuhkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi juga untuk menghidupkan kembali kerajinan tradisional yang menjadi bagian dari identitas Kampung Adat Ciptamulya.

โ€œKami berharap ada yang memperhatikan tentang kerajinan ini, baik untuk alat-alatnya maupun kebutuhan lainnya. Mudah-mudahan ada yang membantu agar kami bisa kembali berkarya,โ€ tuturnya.

Sumber Jubirtvnews.com:ย Rumah, Galeri dan Ribuan Harapan Hilang: Kisah Perajin Gelang Simpay Pasca Kebakaran Ciptamulya Sukabumi

Exit mobile version