CORONGSUKABUMI.com – Warga Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang remaja berinisial MRAH (16) yang meninggal dunia di dalam rumahnya, Minggu (21/6/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan tali rafia yang terikat pada ventilasi pintu dapur.
Korban pertama kali ditemukan oleh kakeknya, K (78), sekitar pukul 08.00 WIB. Sebelumnya, saksi merasa curiga karena cucunya yang biasanya sudah terlihat beraktivitas sejak pagi tidak tampak seperti biasanya.
K kemudian mendatangi rumah korban dan berusaha memanggil dari luar. Namun tidak ada jawaban dari dalam rumah. Karena pintu dalam keadaan terkunci, saksi akhirnya membuka paksa jendela kamar menggunakan linggis untuk masuk ke dalam rumah.
Setelah berhasil masuk, saksi mendapati korban dalam kondisi tergantung di pintu menuju dapur dengan tali rafia yang melingkar di lehernya. K kemudian memotong tali menggunakan golok dan menurunkan korban sebelum membaringkannya di lantai rumah.
“Saksi langsung menurunkan korban dan memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga serta warga sekitar,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah.
Di sisi lain, paman korban, AG (38), mengaku terakhir bertemu dengan korban pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu korban datang ke warung miliknya untuk membeli dua gulung tali rafia.
Menurut Anggi, saat ditanya mengenai keperluan tali tersebut, korban tidak memberikan jawaban dan langsung meninggalkan warung.
Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas dari Polres Sukabumi, Unit Inafis, Polsek Palabuhanratu, Puskesmas Citarik, serta Pemerintah Desa Citarik mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban kemudian dibawa ke RSUD Palabuhanratu guna menjalani pemeriksaan medis.
Hasil pemeriksaan dokter tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tim medis menyimpulkan korban meninggal dunia akibat gantung diri.
Petugas juga menemukan surat wasiat yang diduga ditulis sendiri oleh korban. Berdasarkan keterangan keluarga dan hasil penyelidikan di lokasi, korban diduga mengalami depresi yang berkaitan dengan persoalan keluarga.
Diketahui, selama ini korban tinggal seorang diri di rumah dan sehari-hari mendapat perhatian dari kakeknya. Sementara ibunya telah beberapa bulan menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit, sedangkan ayahnya bekerja di luar kota.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan autopsi. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, depresi, atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup, segeralah mencari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau menghubungi layanan kesehatan jiwa terdekat.
Sumber Jubirtvnews.com: Ditemukan Tergantung di Rumahnya, Remaja di Palabuhanratu Nekat Akhiri Hidup

