CORONGSUKABUMI.com β Warga pesisir Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, kembali dihadapkan dengan tumpukan sampah kiriman banjir rob yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Tak hanya merusak pemandangan, sampah yang menggenangi pantai juga menghalangi jalur sandar perahu nelayan, yang berisiko menurunkan pendapatan mereka. Meski masalah ini sudah sering terjadi, respons pemerintah dinilai belum memadai untuk menangani dampak tersebut.
Pantauan di lokasi, sampah yang menutupi hampir seluruh area pantai terdiri dari plastik, kayu, dan berbagai material lain. Hamparan sampah tersebut telah menutupi jalur perahu yang menjadi vital bagi aktivitas melaut warga setempat. Akibatnya, nelayan terpaksa menunda atau bahkan membatalkan rencana melaut.
Nelayan Terhambat Aktivitas Melaut
Asep JK, Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah yang menghalangi jalur sandar ini telah menjadi masalah tahunan yang tak kunjung ada solusi permanen. Ia menekankan bahwa sampah yang menutup akses perahu bukan hanya masalah estetika lingkungan, tapi sudah menjadi ancaman langsung bagi mata pencaharian mereka.
βPerahu tidak bisa lewat karena tertutup sampah. Mau turun melaut jadi terhambat. Kerugian jelas dirasakan nelayan,β ujar Asep JK, Senin (2/2/2026).
Lebih lanjut, Asep menyebutkan bahwa lambatnya penanganan masalah ini oleh pemerintah menunjukkan kurangnya perhatian terhadap kondisi yang kerap terjadi setiap kali banjir rob melanda kawasan tersebut.
βKami sangat menyayangkan pemerintah masih mengabaikan hal ini. Setiap kejadian selalu sama, nelayan dibiarkan menghadapi sendiri dampaknya,β tambah Asep dengan nada kecewa.
Kontradiksi dengan Wisata Unggulan
Ironisnya, kondisi Pantai Ujunggenteng yang kini penuh dengan sampah bertolak belakang dengan citranya sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi. Pemerintah yang gencar mengusung pelestarian lingkungan dan pariwisata berkelanjutan justru dinilai gagal hadir saat sampah mengotori pesisir yang seharusnya menjadi ikon wisata.
Warga dan nelayan setempat kini mendesak pemerintah untuk segera bertindak lebih tegas. Mereka meminta pemerintah daerah untuk tidak lagi bersikap reaktif dalam menangani masalah ini, tetapi melakukan langkah-langkah preventif yang lebih efektif. Pembersihan pantai menggunakan alat berat serta kebijakan pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di hulu dinilai sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah masih terlihat menggunung di beberapa titik vital pantai, menunggu respon dari dinas terkait untuk mengembalikan fungsi jalur sandar perahu dan memulihkan keasrian kawasan wisata tersebut.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Sampah Pascabanjir Rob Kepung Pantai Ujunggenteng, Nelayan Desak Perhatian Pemerintah










