CORONGSUKABUMI.com โ Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersiap mengambil langkah terkait video viral yang memperlihatkan seorang pria yang diduga oknum wartawan marah-marah di lingkungan SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) bahkan meminta tim hukum turun ke lokasi untuk melakukan investigasi sekaligus memberikan advokasi.
Video tersebut beredar luas di media sosial, termasuk Facebook dan sejumlah grup WhatsApp. Dalam rekaman, seorang pria terlihat terlibat dalam aksi adu argumen di ruang guru, sementara sejumlah siswa masih berada di lingkungan sekolah.
Salah satu video tersebut diunggah akun Facebook Rifky Ramdani. Dalam keterangannya, pria yang terlihat dalam rekaman disebut diduga mengancam dan mengintimidasi ibunya yang merupakan Kepala SDN 2 Sukaraja.
KDM turut memberikan perhatian terhadap kejadian tersebut. Ia menilai tindakan yang terlihat dalam video tidak mencerminkan prinsip maupun sikap yang seharusnya dimiliki seorang jurnalis.
โSaya melihat sebuah tayangan yang dilakukan oleh oknum wartawan di Sukabumi berteriak-teriak mencak mencak di sekolah dasar saya lihat, dimana Di situ anak-anak di sekitarnya lagi bermain dan saya tidak tahu inti masalahnya apa tetapi buat tindakan-tindakan tersebut tidak mencerminkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis,โ ujar Dedi, Selasa (1/9/2026).
Menurut KDM, lingkungan pendidikan harus terbebas dari tindakan intimidatif. Terlebih, kejadian tersebut berlangsung di tengah aktivitas sekolah dan berada di sekitar peserta didik.
Meski pendidikan dasar secara kewenangan berada di bawah pemerintah kabupaten, KDM memastikan Pemprov Jawa Barat tidak akan tinggal diam. Ia meminta tim hukum segera turun untuk mengetahui persoalan secara langsung sekaligus memastikan perlindungan terhadap pihak sekolah.
โDan selanjutnya meskipun itu adalah kewenangan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi pemerintah provinsi Jawa Barat hari ini akan meminta tim hukum untuk segera datang ke lokasi menginvestigasi dan kemudian melakukan advokasi agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi,โ katanya.
Ia menegaskan, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga marwah dan kredibilitas lembaga pendidikan agar tidak mudah mendapat tekanan dari pihak mana pun.
โAgar lembaga-lembaga pendidikan terjaga kredibilitasnya terbebas dari berbagai unsur intimidatif yang dapat merusak sistem pengelolaan pendidikan di Jawa Barat,โ tegasnya.
Dedi mengakui penanganan persoalan yang terjadi di lingkungan SDN 2 Sukaraja pada dasarnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Bupati dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.
Namun demikian, Pemprov Jawa Barat tetap berkepentingan memastikan seluruh institusi pendidikan di wilayah Jawa Barat mendapatkan perlindungan dan dapat menjalankan aktivitasnya secara aman.
โDari sisi tanggung jawab memang tanggung jawab Bupati dan kepala dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Tetapi saya melihat bahwa ini harus ada langkah-langkah yang nyata untuk melindungi pendidikan di Jawa Barat baik pendidikan tingkat dasar pertama maupun menengah,โ ujarnya.
Sumber Jubirtvnews.com:ย Viral Video Oknum Wartawan di Sukabumi, KDM Siapkan Advokasi untuk Lindungi Dunia Pendidikan

