Beranda / Daerah / Wali Kota Sukabumi Minta Maaf ke Jemaah Muhammadiyah Usai Polemik Izin Lapdek

Wali Kota Sukabumi Minta Maaf ke Jemaah Muhammadiyah Usai Polemik Izin Lapdek

CORONGSUKABUMI.com – Momen pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah oleh warga Muhammadiyah di Kota Sukabumi diwarnai dinamika. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, sempat mendapat sorakan dari jemaah saat hendak menyampaikan sambutan di Kampus UMMI, Jumat (20/3/2026).

Peristiwa itu terjadi di tengah ribuan jemaah yang memadati area kampus hingga meluber ke Jalan R. Syamsudin, S.H. Suasana yang semula berlangsung khidmat mendadak riuh sesaat setelah Wali Kota naik ke mimbar.

Reaksi tersebut dipicu oleh kekecewaan sebagian jemaah terhadap kebijakan Pemerintah Kota Sukabumi yang tidak memberikan izin penggunaan Lapangan Merdeka (Lapdek) sebagai lokasi pelaksanaan Salat Id Muhammadiyah tahun ini.

Sejumlah jemaah menilai keputusan tersebut mencerminkan kurangnya ruang toleransi dalam menyikapi perbedaan penetapan hari raya di internal umat Muslim. Salah satunya disampaikan Rozak Daud, warga Kecamatan Cikole, yang menyebut pengajuan penggunaan Lapdek sebenarnya telah dilakukan jauh hari sebelumnya.

Baca Juga :  Hadiri MWC III NU Palabuhanratu; Muhammadiyah Siap Berkolaborasi Perangi Maksiat Teknologi

β€œSecara prosedural sudah kami ajukan jauh-jauh hari. Walaupun pemerintah punya hak menolak, ini gambaran bahwa pemerintah kurang toleran di internal umat Muslim sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyinggung janji kampanye yang sebelumnya disampaikan Ayep Zaki terkait akses fasilitas publik bagi kegiatan keagamaan. Menurutnya, realisasi kebijakan saat ini dinilai tidak sejalan dengan komitmen tersebut.

Meski mendapat sorakan dari sebagian jemaah, Ayep Zaki tetap melanjutkan sambutannya dengan tenang. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

β€œKami memohon maaf apabila kebijakan Wali Kota Sukabumi kurang berkenan di hati bapak dan ibu sekalian,” ucapnya di hadapan jemaah.

Baca Juga :  223 Warga Langkapjaya Sukabumi Mengungsi Akibat Longsor dan Ancaman Susulan

Usai pelaksanaan salat, Ayep Zaki memberikan penjelasan kepada awak media terkait latar belakang kebijakan tersebut. Ia mengakui adanya perbedaan antara pandangan pribadi saat masa kampanye dengan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

β€œWaktu saya kampanye, saya berjanji secara pribadi. Namun setelah dilantik, saya terikat oleh aturan perundang-undangan. Keputusan pribadi tidak bisa langsung menjadi keputusan konstitusional,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keputusan tidak memberikan izin penggunaan Lapangan Merdeka didasarkan pada ketentuan pemerintah pusat melalui Keputusan Menteri Agama yang menetapkan Idulfitri jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

β€œSecara pribadi, perbedaan ini tidak mengurangi rasa toleransi saya. Kehadiran saya di UMMI adalah bentuk penghormatan dan untuk menyampaikan ucapan selamat kepada warga Muhammadiyah,” tambahnya.

Baca Juga :  Harapan Baru bagi Penyintas Bencana di Lengkong Sukabumi, 28 Huntara Dibangun

Sebagai langkah ke depan, Pemerintah Kota Sukabumi berencana menggelar pertemuan bersama organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh agama, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada April mendatang. Forum tersebut diharapkan dapat merumuskan solusi agar polemik serupa tidak kembali terjadi, khususnya terkait penggunaan fasilitas publik dalam perbedaan waktu pelaksanaan Salat Id.

Diketahui, Muhammadiyah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026), sehingga pelaksanaan Salat Id dilakukan lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah yang menetapkannya pada Sabtu (21/3/2026). Di Kota Sukabumi, Salat Id Muhammadiyah dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kampus UMMI dan Perguruan Aisyiyah Cipoho.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Disoraki Jemaah Salat Id Muhammadiyah, Wali Kota Sukabumi Minta Maaf dan Jelaskan Alasan Izin Lapdek

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!