Site icon Corong Sukabumi

Warga Bantarkalong Keluhkan Limbah SPPG, Bau Menyengat Jadi Sorotan

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Persoalan limbah cair dari aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan dari warga sekitar. Selain menimbulkan bau tidak sedap, sistem pembuangan limbah fasilitas tersebut juga disorot karena diduga belum dikelola secara optimal dan berpotensi mengganggu lingkungan.

Warga khawatir air limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur SPPG dapat berdampak terhadap saluran air di sekitar permukiman maupun lahan pertanian. Kondisi itu pun memicu sejumlah keberatan dari masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, limbah cair awalnya ditampung di sebuah toren berukuran besar yang berada di samping bangunan SPPG. Dari lokasi tersebut, limbah dialirkan melalui sambungan pipa dan selang menuju kawasan Sungai Cimandiri yang berjarak sekitar 100 meter.

Seorang warga Kampung Cigadog yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, persoalan limbah tersebut sempat menjadi pembahasan di tingkat lingkungan setelah air buangan meluber keluar dari area penampungan.

โ€œAwalnya limbah sempat meluber ke jalan kabupaten dan terlihat mengalir ke bawah. Penampungannya menggunakan toren,โ€ kata warga tersebut, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, sebelum saluran pembuangan diarahkan ke Sungai Cimandiri, limbah tersebut pernah mengalir ke area persawahan dan saluran air di sekitar permukiman warga. Kondisi itu kemudian memicu keberatan masyarakat hingga dilakukan penyampaian aspirasi secara bersama-sama.

โ€œWarga sempat membuat kesepakatan agar titik pembuangan dipindahkan. Setelah itu dipindah, tapi sekarang pembuangannya langsung ke Sungai Cimandiri,โ€ lanjutnya.

Ia mengaku sejumlah warga juga merasakan dampak yang diduga berkaitan dengan air limbah tersebut. Selain menimbulkan bau tidak sedap, beberapa kolam ikan milik warga disebut terdampak.

โ€œSempat ada ikan yang mati atau mabuk akibat air buangan dari SPPG. Bahkan sebelum dipindahkan ke Cimandiri, air limbah sempat mengalir ke sawah dan mengenai kaki warga hingga menyebabkan gatal-gatal,โ€ jelasnya.

Atas kondisi tersebut, warga berharap pihak pengelola maupun pemilik fasilitas segera menyiapkan sistem pengolahan limbah yang sesuai standar agar tidak menimbulkan persoalan serupa di kemudian hari.

โ€œHarapan kami, pembuangan air limbah dari SPPG diperbaiki sesuai aturan dan standar yang ada,โ€ ungkapnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala SPPG Bantarkalong, M. Lutfi Fauzi, mengatakan persoalan limbah telah beberapa kali dibahas bersama unsur lingkungan dan pihak terkait.

โ€œKami sudah rapat sampai tiga kali terkait persoalan ini. Bisa dikonfirmasi juga ke RT, RW, maupun pihak terkait lainnya,โ€ ujar dia kepada awak media saat dikonfirmasi.

Lutfi menjelaskan, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) bukan menjadi kewenangan pengelola operasional SPPG, melainkan tanggung jawab pihak mitra atau pemilik bangunan.

Menurutnya, usulan pembangunan IPAL telah disampaikan sejak awal tahun melalui berbagai jalur komunikasi, mulai dari surat resmi hingga koordinasi langsung dengan pihak terkait. Namun hingga kini, informasi yang diterimanya baru sebatas survei lapangan tanpa adanya tindak lanjut pembangunan.

โ€œSejak Januari saya sudah menyampaikan rekomendasi, baik secara tertulis, melalui telepon, WhatsApp, maupun surat resmi yang saya tandatangani,โ€ tuturnya.

Ia juga menegaskan tidak keberatan apabila dilakukan evaluasi terhadap operasional SPPG selama fasilitas pengolahan limbah belum tersedia dan persoalan yang dikeluhkan masyarakat belum terselesaikan.

โ€œKalau memang ada aduan masyarakat dan bukti-bukti yang mendukung, saya tidak keberatan apabila ada langkah penghentian sementara operasional sampai IPAL berfungsi. Kalau harus disuspensi dulu sebelum IPAL berjalan, saya tidak masalah,โ€ tandasnya.

Sumber Jubirtvnews.com:ย Limbah SPPG Dikeluhkan Warga Bantarkalong, Bau dan Saluran Pembuangan Disorot

Exit mobile version