CORONGSUKABUMI.com – PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, kembali melakukan penyesuaian harga berkala untuk produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Penyesuaian ini mulai berlaku per 1 Januari 2026 untuk jenis Pertamax Series dan Dex Series.
Dalam kebijakan terbaru tersebut, Pertamina menurunkan harga sejumlah BBM non-subsidi. Namun khusus untuk tiga wilayah terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, harga Pertamax Series tidak mengalami penyesuaian sejak November 2025. Dengan demikian, harga BBM di ketiga wilayah tersebut masih berada di bawah harga provinsi lain dengan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang sama.
Melansir laman resmi pertaminapatraniaga.com, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM dilakukan dengan mengacu pada formula harga dari pemerintah. Selain itu, kebijakan ini juga mengikuti tren harga rata-rata publikasi minyak dunia, seperti Argus atau Mean of Platts Singapore (MOPS), serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Penyesuaian harga ini kami lakukan secara berkala, dan tetap menjadikan harga Pertamax Series dan Dex Series sebagai yang paling kompetitif,” ujar Roberth.
Berikut daftar harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai 1 Januari 2026 di wilayah dengan PBBKB 5 persen:
Pertamax: Rp12.350 per liter sebelumnya Rp12.750 per liter
Pertamax Green 95: Rp13.150 per liter sebelumnya Rp13.500 per liter
Pertamax Turbo: Rp13.400 per liter sebelumnya Rp13.400 per liter
Dexlite: Rp13.500 per liter sebelumnya Rp14.700 per liter
Pertamina Dex: Rp13.600 per liter sebelumnya Rp15.000 per liter
Untuk harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite (RON 90) tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi bertahan di harga Rp6.800 per liter.
Harga tersebut dapat bervariasi di tiap daerah sesuai dengan besaran PBBKB masing-masing provinsi, harga yang tercantum di atas berlaku seragam di wilayah dengan PBBKB 5%.

