JUBIRTVNEWS.COM – Warga Kampung Babakan Bandung, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan sesosok pria tewas tergantung di sebuah saung sawah, Jumat pagi (1/8/2025).
Kapolsek Nyalindung, AKP Joko S. Supono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa jasad korban pertama kali ditemukan oleh pemilik sawah bernama Ojak, sekitar pukul 07.00 WIB.
“Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh saksi bernama Ojak, pemilik sawah di lokasi kejadian. Saat itu saksi hendak mengontrol sawah miliknya dan mendapati seseorang tergantung di palang bambu saung sawah,” ungkap AKP Joko kepada awak media.
Saksi kemudian memanggil warga sekitar, termasuk Ketua RT setempat berinisial A alias Domeng, untuk memastikan kejadian tersebut. Setelah diperiksa, korban diketahui berinisial AZ (26 tahun) dan bekerja sebagai buruh harian lepas. AZ juga diketahui merupakan mantan menantu dari Ketua RT tersebut.
Masih menurut AKP Joko, pemeriksaan awal dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Cijangkar yang dipimpin dr. Galih Okta. Hasilnya, korban diperkirakan sudah meninggal dunia kurang dari delapan jam sebelum ditemukan.
“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bekas jeratan pada leher dan tidak ada tanda-tanda kekerasan lainnya. Ini menguatkan dugaan bahwa korban murni bunuh diri,” tambahnya.
Proses pemeriksaan dilakukan langsung di tempat kejadian perkara (TKP) dengan disaksikan oleh keluarga korban, perangkat desa, dan aparat kepolisian. Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan secara resmi menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani keluarga.
Kini jenazah AZ telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di TPU Kampung Kararange, Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Catatan Redaksi:
Berita ini ditulis dengan tujuan memberikan informasi faktual kepada publik. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan mental, perasaan tertekan, atau berpikir untuk mengakhiri hidup, sebaiknya segera mencari bantuan dari tenaga profesional atau menghubungi layanan dukungan psikologis.
Jangan ragu untuk berbicara. Anda tidak sendiri.










