CORONGSUKABUMI.com – Wacana penggabungan empat kecamatan di Kabupaten Sukabumi—Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, dan Cireunghas (Susukecir)—ke wilayah administrasi Kota Sukabumi kembali menguat. Usulan yang disampaikan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki ini kini mendapat dukungan dari Komisi II DPR RI.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, menilai penggabungan tersebut bukan hanya perluasan wilayah, tetapi lahir dari kebutuhan pelayanan publik dan perkembangan kawasan. Dalam kunjungan kerjanya ke Balai Kota Sukabumi pada Selasa (2/12/2025), ia memastikan bahwa wacana ini akan dibawa Komisi II ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Kami datang ke sini untuk mendengarkan langsung keinginan Wali Kota Sukabumi. Ternyata cara pandangnya tidak hanya ingin memperluas, tapi aspek-aspek di 4 kecamatan ini akan lebih memberikan kemanfaatan bagi masyarakat menyangkut akses pelayanan publik di sana,” kata Politisi PDI Perjuangan itu kepada awak media.
Kajian Akademis Dinilai Komprehensif
Aria Bima juga mengapresiasi kajian yang disusun Pemkot Sukabumi bersama akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurutnya, kajian tersebut melihat persoalan dari berbagai sisi.
“Yang menarik adalah kolaborasi Pemkot Sukabumi dengan akademisi tadi dari UGM. Cara pandangnya dari berbagai perspektif baik sosiologis, ekonomis, birokratis. Ini menurut saya komprehensif tidak hanya karena faktor kedekatan geografis, tapi dari aspek sosiologinya bisa terkaji,” ungkapnya.
Ia menilai hubungan sosial dan aktivitas masyarakat Susukecir yang sudah dekat dengan Kota Sukabumi membuat wacana ini semakin masuk akal.
“Sangat realistis karena faktanya Susukecir ini lebih nyata hari ini ke Kota Sukabumi, jadi suatu keniscayaan bila ada permintaan dari warga Susukecir untuk secara administratif bergabung ke kota, nanti kita bicarakan dengan Kemendagri, Gubernur Jawa Barat dengan Komisi II DPR RI,” tuturnya.
Tambahan Lahan untuk Akselerasi Ekonomi
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa penggabungan Susukecir sangat penting untuk kebutuhan lahan dalam pengembangan ekonomi. Ia menyebut kota membutuhkan tambahan sekitar 1.500 hektar untuk kawasan industri, pertanian, dan pendidikan.
“Untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi, saya memerlukan lahan untuk kawasan industri, pertanian, pendidikan. Insyaallah kalau Susukecir ini masuk ke Kota Sukabumi, kita akan punya kawasan industri, pertanian, pendidikan,” ujar Ayep.

