CORONGSUKABUMI.com โ Gempa bumi berkekuatan besar yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026), kembali mengingatkan bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja tanpa peringatan yang panjang. Gempa bermagnitudo 7,7 hingga 7,8 tersebut bahkan memicu peringatan tsunami di sejumlah wilayah Filipina dan negara-negara sekitar, termasuk beberapa daerah di Indonesia. Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi, sementara otoritas setempat melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang berada di kawasan cincin api Pasifik (Ring of Fire), wilayah yang dikenal memiliki aktivitas gempa bumi dan gunung api yang tinggi. Karena itu, pengetahuan mengenai cara menghadapi gempa menjadi hal penting yang perlu diketahui setiap orang.
Ketika gempa terjadi, kepanikan sering kali menjadi penyebab munculnya korban tambahan. Padahal, tindakan yang tepat dalam beberapa detik pertama dapat membantu mengurangi risiko cedera maupun kehilangan nyawa.
Jangan Langsung Berlari Keluar
Salah satu kesalahan yang masih sering terjadi saat gempa adalah langsung berlari keluar bangunan tanpa memperhatikan kondisi sekitar.
Menurut panduan kebencanaan yang disosialisasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, jika berada di dalam bangunan saat gempa terjadi, masyarakat dianjurkan melakukan metode Drop, Cover, and Hold On.
Langkah tersebut meliputi:
โ Menundukkan badan agar tidak kehilangan keseimbangan.
โ Berlindung di bawah meja atau furnitur yang kuat.
โ Melindungi kepala dan leher.
โ Berpegangan pada tempat berlindung hingga guncangan berhenti.
Berlari saat gempa berlangsung justru berisiko terkena runtuhan plafon, kaca, maupun benda yang jatuh dari atas.
Jauhi Kaca dan Benda yang Mudah Roboh
Saat guncangan terjadi, usahakan menjauh dari:
โ Jendela kaca.
โ Lemari tinggi.
โ Rak buku.
โ Lampu gantung.
โ Benda berat yang berada di atas lemari.
Banyak korban luka saat gempa bukan disebabkan oleh bangunan yang runtuh, melainkan akibat tertimpa benda di dalam ruangan.
Karena itu, memilih tempat berlindung yang aman menjadi langkah yang sangat penting.
Jika Berada di Luar Ruangan
Bagi yang sedang berada di luar rumah atau gedung, segera cari area terbuka.
Jauhi:
โ Bangunan tinggi.
โ Tiang listrik.
โ Pohon besar.
โ Jembatan.
โ Papan reklame.
Tetap berada di tempat terbuka hingga guncangan benar-benar berhenti dan kondisi dinyatakan aman.
Jika Sedang Berkendara
Gempa juga bisa terjadi saat seseorang sedang mengemudikan kendaraan.
Apabila merasakan guncangan:
โ Kurangi kecepatan secara perlahan.
โ Menepi di lokasi yang aman.
โ Hindari berhenti di bawah jembatan layang atau kabel listrik.
โ Tetap berada di dalam kendaraan hingga guncangan mereda.
Setelah itu, dengarkan informasi resmi dari pihak berwenang sebelum melanjutkan perjalanan.
Waspadai Gempa Susulan
Banyak orang menganggap situasi langsung aman setelah guncangan utama berhenti. Padahal, gempa susulan sering terjadi beberapa menit hingga beberapa hari setelah gempa utama.
Gempa besar yang terjadi di Filipina hari ini juga diikuti sejumlah gempa susulan yang membuat warga diminta tetap waspada.
Karena itu, setelah evakuasi dilakukan, masyarakat sebaiknya tidak langsung masuk ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum ada pemeriksaan lebih lanjut.
Segera Evakuasi Jika Ada Potensi Tsunami
Bagi masyarakat yang berada di wilayah pesisir, gempa kuat yang berlangsung lama harus menjadi tanda untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tsunami.
Jika merasakan gempa besar dan berada dekat pantai:
โ Segera menuju tempat yang lebih tinggi.
โ Jangan menunggu air laut surut terlebih dahulu.
โ Ikuti arahan petugas.
โ Pantau informasi resmi dari BMKG atau instansi terkait.
Tsunami yang dipicu gempa Filipina bahkan sempat terdeteksi di beberapa wilayah Indonesia dengan tinggi gelombang yang relatif kecil, sehingga menunjukkan bahwa dampak gempa besar dapat menjangkau negara lain di kawasan yang sama.
Siapkan Tas Siaga Bencana
Selain mengetahui cara menyelamatkan diri saat gempa, masyarakat juga dianjurkan memiliki tas siaga bencana yang mudah dijangkau.
Isi tas tersebut bisa berupa:
โ Air minum.
โ Makanan siap saji.
โ Obat-obatan pribadi.
โ Senter.
โ Power bank.
โ Dokumen penting.
โ Peluit darurat.
Persiapan sederhana ini dapat sangat membantu jika sewaktu-waktu terjadi evakuasi mendadak.
Gempa bumi tidak dapat dicegah dan hingga kini belum dapat diprediksi secara tepat kapan akan terjadi. Namun, dampaknya dapat diminimalkan melalui pengetahuan dan kesiapsiagaan.
Peristiwa gempa besar yang mengguncang Filipina menjadi pengingat bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah rawan gempa, termasuk Indonesia, perlu memahami langkah-langkah penyelamatan diri. Saat bencana datang, keputusan yang diambil dalam hitungan detik sering kali menjadi faktor yang menentukan keselamatan seseorang.
sumber: berbagai sumber

