Site icon Corong Sukabumi

Jangan Dianggap Sepele, Ini Penyebab Punggung Terasa Pegal Terus-Menerus

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Keluhan punggung pegal menjadi salah satu masalah yang cukup sering dialami masyarakat, baik oleh pekerja kantoran, pelajar, hingga mereka yang melakukan aktivitas fisik berat setiap hari. Kondisi ini biasanya ditandai dengan rasa tidak nyaman, kaku, atau nyeri ringan di area punggung yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski sering dianggap sepele, punggung yang terus-menerus terasa pegal bisa menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami kelelahan atau ada kebiasaan tertentu yang perlu diperbaiki.

Dalam banyak kasus, pegal pada punggung bukan disebabkan oleh penyakit serius. Namun, mengetahui penyebabnya dapat membantu seseorang mencegah keluhan tersebut datang berulang.

Terlalu Lama Duduk atau Berdiri

Salah satu penyebab paling umum punggung terasa pegal adalah posisi tubuh yang sama dalam waktu lama.

Pekerja yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, pengemudi, maupun pelajar yang duduk terlalu lama berisiko mengalami ketegangan otot punggung.

Hal yang sama juga bisa terjadi pada orang yang terlalu lama berdiri tanpa banyak bergerak.

Ketika otot terus menopang tubuh dalam posisi yang sama, otot menjadi tegang dan menimbulkan rasa pegal.

Postur Tubuh yang Kurang Baik

Kebiasaan membungkuk saat bekerja, bermain ponsel, atau menonton layar komputer juga dapat memberikan tekanan berlebih pada otot dan tulang belakang.

Tanpa disadari, postur yang buruk membuat beberapa otot bekerja lebih keras dari seharusnya sehingga memicu rasa pegal dan kaku.

Jika dilakukan terus-menerus, keluhan bisa menjadi lebih sering muncul.

Kurang Aktivitas Fisik

Banyak orang mengira punggung pegal hanya terjadi karena terlalu banyak bergerak. Padahal, kurang bergerak juga bisa menjadi penyebabnya.

Otot yang jarang digunakan cenderung menjadi lebih lemah dan kurang fleksibel. Akibatnya, tubuh lebih mudah mengalami ketegangan saat melakukan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, aktivitas fisik ringan secara rutin penting untuk menjaga kekuatan otot punggung.

Mengangkat Beban dengan Cara yang Salah

Mengangkat barang berat tanpa teknik yang tepat dapat menyebabkan otot punggung bekerja terlalu keras.

Misalnya, membungkuk langsung dari pinggang saat mengangkat beban atau memutar tubuh secara tiba-tiba sambil membawa barang berat.

Kebiasaan ini dapat menyebabkan ketegangan otot bahkan cedera pada punggung bagian bawah.

Stres dan Kurang Tidur

Tidak banyak yang menyadari bahwa kondisi psikologis juga dapat memengaruhi kesehatan otot.

Saat stres, tubuh cenderung meningkatkan ketegangan pada otot, termasuk di area leher, bahu, dan punggung.

Selain itu, kurang tidur membuat proses pemulihan otot menjadi tidak optimal sehingga tubuh lebih mudah terasa pegal saat bangun atau beraktivitas.

Cara Mengurangi Pegal pada Punggung

Jika pegal yang dirasakan masih tergolong ringan, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu meredakannya:

1. Perbanyak Bergerak

Jika pekerjaan mengharuskan duduk lama, usahakan berdiri dan berjalan singkat setiap 30 hingga 60 menit.

Gerakan sederhana dapat membantu melancarkan aliran darah dan mengurangi ketegangan otot.

2. Lakukan Peregangan

Peregangan ringan pada area punggung, bahu, dan pinggang dapat membantu mengurangi kekakuan otot.

Aktivitas ini bisa dilakukan sebelum bekerja, setelah duduk lama, maupun setelah berolahraga.

3. Perhatikan Posisi Duduk

Pastikan posisi duduk tetap tegak dengan punggung mendapat penyangga yang cukup.

Layar komputer juga sebaiknya sejajar dengan pandangan mata agar tubuh tidak terus-menerus membungkuk.

4. Rutin Berolahraga

Olahraga seperti berjalan kaki, berenang, bersepeda, atau yoga dapat membantu memperkuat otot punggung dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.

5. Istirahat yang Cukup

Tidur yang berkualitas membantu proses pemulihan otot setelah beraktivitas seharian.

Orang dewasa umumnya disarankan tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Punggung pegal biasanya akan membaik setelah beristirahat atau memperbaiki pola aktivitas. Namun, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan apabila keluhan:

โ€“ Berlangsung selama berminggu-minggu.
โ€“ Semakin parah dari waktu ke waktu.
โ€“ Disertai mati rasa atau kesemutan.
โ€“ Menjalar hingga kaki.
โ€“ Muncul setelah cedera atau kecelakaan.
โ€“ Mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

sumber: berbagai sumber

Exit mobile version