CORONGSUKABUMI.com – Fenomena judi online atau judol kini semakin mengkhawatirkan karena mulai menyasar anak-anak. Tidak hanya remaja, bahkan anak usia dini disebut sudah ada yang terpapar aktivitas perjudian digital tersebut.
Baru-baru ini Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengungkapkan bahwa ratusan ribu anak di Indonesia telah terpapar judi online. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 ribu anak diketahui masih berusia di bawah 10 tahun.
Data itu disampaikan Meutya saat menghadiri kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol – Jauhi Judol, Anak Medan Pilih Masa Depan, Bukan Judi Online di Kota Medan, Rabu (13/05/2026).
Menurut Meutya, kondisi tersebut menjadi peringatan serius karena judi online tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga dapat merusak masa depan generasi muda serta keharmonisan keluarga.
Melihat kondisi tersebut, peran orang tua menjadi sangat penting untuk melindungi anak agar tidak terjerumus ke dalam aktivitas tersebut.
Awasi Penggunaan Gadget Anak
Salah satu langkah paling penting adalah memperhatikan aktivitas anak saat menggunakan ponsel atau perangkat digital.
Saat ini, akses internet yang terlalu bebas membuat anak mudah menemukan berbagai konten negatif, termasuk judi online yang sering muncul melalui iklan, media sosial, hingga game tertentu.
Karena itu, orang tua perlu:
– Memeriksa aplikasi yang digunakan anak
– Mengawasi situs yang dibuka
– Membatasi penggunaan gadget berlebihan
– Mengaktifkan fitur keamanan digital jika diperlukan
Agar anak tidak mudah mengakses konten berbahaya.
Bangun Komunikasi yang Terbuka dengan Anak
Banyak anak terpapar hal negatif di internet karena kurang memahami risikonya.
Karena itu, orang tua penting memberi pemahaman secara perlahan mengenai bahaya judi online, mulai dari:
– Risiko kecanduan
– Kerugian finansial
– Dampak terhadap masa depan
– Potensi tindakan kriminal
Anak juga perlu merasa nyaman bercerita kepada orang tua agar tidak mencari informasi sendiri tanpa pengawasan.
Batasi Waktu Bermain Gadget
Penggunaan gadget tanpa batas sering membuat anak lebih mudah terpapar berbagai konten di internet.
Karena itu, penting membuat aturan waktu penggunaan gadget agar anak tidak terus-menerus bermain ponsel sepanjang hari.
Selain membantu mengurangi risiko kecanduan internet, kebiasaan ini juga membuat anak lebih aktif melakukan kegiatan lain di dunia nyata.
Ajak Anak Melakukan Aktivitas Positif
Anak yang terlalu sering bosan atau kurang aktivitas biasanya lebih mudah mencari hiburan di internet tanpa pengawasan.
Karena itu, orang tua dapat mengajak anak melakukan kegiatan positif seperti:
– Olahraga
– Membaca
– Bermain di luar rumah
– Mengembangkan hobi
– Berkegiatan bersama keluarga
Agar perhatian anak tidak hanya tertuju pada gadget.
Kenali Tanda-Tanda Anak Mulai Terpapar Judol
Orang tua juga perlu lebih peka terhadap perubahan perilaku anak.
Beberapa hal yang perlu diwaspadai antara lain:
– Anak terlalu tertutup saat bermain HP
– Sering meminta uang tanpa alasan jelas
– Mudah emosi saat gadget diambil
– Terlalu fokus pada permainan tertentu
– Mulai mengenal istilah taruhan atau perjudian
Jika muncul tanda-tanda tersebut, orang tua perlu segera melakukan pendekatan dan pengawasan lebih lanjut.
Orang Tua Punya Peran Besar Melindungi Anak
Di era digital saat ini, pengawasan terhadap anak tidak cukup hanya di dunia nyata, tetapi juga perlu dilakukan di ruang digital.
Karena itu, keterlibatan orang tua menjadi sangat penting agar anak tidak mudah terpengaruh konten negatif yang beredar di internet.
Maraknya judi online yang mulai menyasar anak-anak menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan orang tua.
Dengan membangun komunikasi yang baik, membatasi penggunaan gadget, dan mengajak anak melakukan aktivitas positif, orang tua dapat membantu melindungi anak dari bahaya judi online yang dapat merusak
sumber: berbagai sumber

