CORONGSUKABUMI.com – Media sosial kini menjadi tempat banyak orang membagikan aktivitas sehari-hari, mulai dari pekerjaan, liburan, makanan, hingga pencapaian pribadi. Namun belakangan, fenomena flexing atau kebiasaan memamerkan kemewahan dan gaya hidup berlebihan semakin sering terlihat di berbagai platform digital.
Tidak sedikit pengguna media sosial yang sengaja menunjukkan barang mahal, uang, kendaraan, hingga kehidupan mewah demi mendapat perhatian atau pengakuan dari orang lain.
Sekilas hal tersebut mungkin terlihat biasa. Namun jika dilakukan berlebihan, kebiasaan flexing ternyata bisa membawa berbagai dampak negatif, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Memicu Tekanan Sosial dan Rasa Minder
Konten flexing sering membuat orang lain merasa tertinggal atau membandingkan hidupnya dengan apa yang dilihat di media sosial.
Padahal apa yang ditampilkan di internet belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya secara utuh.
Akibatnya, tidak sedikit orang merasa:
– Minder
– Kurang percaya diri
– Tertekan secara mental
– Merasa hidupnya tidak cukup baik
hanya karena terlalu sering melihat kehidupan orang lain di media sosial.
Mendorong Gaya Hidup Berlebihan
Terlalu sering melihat atau melakukan flexing dapat membuat seseorang terdorong mengikuti gaya hidup yang sebenarnya di luar kemampuan.
Ada orang yang rela:
– Memaksakan membeli barang mahal
– Berutang demi terlihat mewah
– Mengutamakan gengsi dibanding kebutuhan
hanya agar dianggap keren di media sosial.
Jika terus dilakukan, kondisi ini bisa berdampak buruk pada keuangan pribadi.
Rawan Menjadi Target Kejahatan
Membagikan terlalu banyak informasi soal harta, lokasi, atau barang berharga di media sosial juga memiliki risiko keamanan.
Flexing berlebihan bisa membuat seseorang lebih mudah menjadi target:
– Penipuan
– Pencurian
– Peretasan akun
– Tindak kriminal lainnya
Karena pelaku kejahatan sering memanfaatkan informasi yang tersebar di internet.
Membuat Seseorang Ketagihan Validasi
Sebagian orang mulai terlalu bergantung pada pujian, jumlah likes, atau komentar dari media sosial.
Akibatnya, mereka terus merasa harus tampil sempurna dan memamerkan sesuatu agar mendapat perhatian.
Jika tidak mendapatkan respons seperti yang diharapkan, seseorang bisa merasa kecewa atau kurang dihargai.
Bisa Menimbulkan Pandangan Negatif dari Orang Lain
Tidak semua orang nyaman melihat kebiasaan flexing yang terlalu berlebihan.
Dalam beberapa kondisi, perilaku tersebut justru dianggap:
– Pamer berlebihan
– Kurang rendah hati
– Mencari perhatian
– Tidak peka terhadap kondisi orang lain
Karena itu, penggunaan media sosial tetap perlu dilakukan dengan bijak.
sumber: berbagai sumber

