Beranda / Lifestyle / Kenapa Tulang atau Sendi Sering Berbunyi? Kenali Penyebabnya

Kenapa Tulang atau Sendi Sering Berbunyi? Kenali Penyebabnya

CORONGSUKABUMI.com – Sebagian orang mungkin pernah mendengar bunyi “krek”, “klek”, atau “tek” dari lutut, jari, leher, bahu, maupun punggung saat bergerak. Kondisi ini sering membuat khawatir karena dianggap sebagai tanda tulang bermasalah atau mulai rapuh.

Padahal, dalam banyak kasus, bunyi yang muncul sebenarnya berasal dari sendi, bukan tulang itu sendiri. Di dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai crepitus, yaitu bunyi atau sensasi yang muncul saat sendi bergerak.

Menurut para ahli, sendi yang berbunyi tidak selalu menandakan adanya penyakit. Bahkan, sebagian besar bunyi tersebut tergolong normal, terutama jika tidak disertai rasa nyeri atau pembengkakan.

Gelembung Gas di Dalam Sendi

Salah satu penyebab paling umum sendi berbunyi adalah adanya gelembung gas di dalam cairan sendi.

Di dalam sendi terdapat cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas agar pergerakan tulang berjalan lancar. Ketika sendi bergerak atau diregangkan, gelembung gas di dalam cairan tersebut dapat pecah dan menghasilkan bunyi “krek” yang sering terdengar.

Baca Juga :  Panduan Shalat Idul Adha: Waktu Pelaksanaan, Niat hingga Tata Cara Lengkap

Fenomena ini juga sering terjadi saat seseorang membunyikan jari tangan.

Pergerakan Otot dan Ligamen

Bunyi pada sendi juga bisa muncul ketika tendon atau ligamen bergeser melewati tulang atau jaringan lain saat tubuh bergerak.

Kondisi ini cukup umum terjadi pada bahu, lutut, pergelangan kaki, maupun pinggul. Selama tidak menimbulkan rasa sakit, bunyi tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan.

Faktor Usia

Seiring bertambahnya usia, bunyi pada sendi biasanya menjadi lebih sering terdengar.

Hal ini terjadi karena lapisan tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan sendi perlahan mengalami perubahan akibat proses penuaan. Permukaan sendi menjadi tidak sehalus saat masih muda sehingga gesekan saat bergerak dapat menimbulkan bunyi tertentu.

Bisa Menjadi Tanda Gangguan Sendi

Baca Juga :  Banyak Ditangkap, Mengenal Ikan Sapu-Sapu dan Risiko Besarnya bagi Perairan Alami

Meski sering kali normal, bunyi pada sendi juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu jika disertai gejala lain.

Salah satunya adalah osteoartritis, yaitu kondisi ketika tulang rawan pada sendi mengalami kerusakan atau penipisan. Pada kondisi ini, bunyi sendi biasanya disertai:

– Nyeri.
– Kaku pada sendi.
– Pembengkakan.
– Keterbatasan gerak.
– Rasa mengganjal saat bergerak.

Karena itu, penting untuk memperhatikan apakah bunyi yang muncul hanya sesekali atau disertai keluhan lain.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Sendi yang berbunyi umumnya tidak berbahaya jika:

– Tidak terasa sakit.
– Tidak ada pembengkakan.
– Tidak mengganggu aktivitas.
– Tidak disertai keterbatasan gerak.

Namun pemeriksaan ke dokter sebaiknya dilakukan apabila bunyi tersebut disertai:

– Nyeri yang menetap.
– Bengkak pada sendi.
– Sendi terasa terkunci.
– Sulit digerakkan.
– Mati rasa atau kelemahan pada anggota tubuh tertentu.

Baca Juga :  Sering Emosi Saat Puasa? Ini Sejumlah Faktor yang Bisa Memicunya

Cara Mengurangi Bunyi pada Sendi

Meski tidak selalu bisa dihilangkan sepenuhnya, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kesehatan sendi:

– Rutin berolahraga ringan.
– Melakukan peregangan sebelum dan sesudah aktivitas.
– Menjaga berat badan ideal.
– Menghindari duduk atau berdiri terlalu lama.
– Mengonsumsi makanan bergizi untuk kesehatan tulang dan sendi.

Bunyi pada tulang atau sendi sering kali membuat seseorang khawatir mengalami gangguan kesehatan. Padahal, dalam banyak kasus, kondisi tersebut merupakan bagian normal dari cara kerja sendi saat bergerak.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya bunyinya, tetapi apakah bunyi tersebut disertai nyeri, pembengkakan, atau gangguan gerak. Jika tidak ada keluhan lain, sendi yang sesekali berbunyi umumnya bukan sesuatu yang berbahaya. Namun jika gejalanya semakin sering dan mengganggu aktivitas, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.

sumber: berbagai sumber

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru