CORONGSUKABUMI.com – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, banyak orang tua mulai disibukkan dengan berbagai persiapan. Mulai dari membeli perlengkapan sekolah, menyiapkan seragam, hingga mengatur kebutuhan anak selama proses belajar berlangsung.
Di tengah berbagai kesibukan tersebut, tanpa disadari ada beberapa kesalahan yang cukup sering dilakukan orang tua. Meski terlihat sepele, hal-hal ini bisa membuat anak merasa tertekan, kurang siap, atau bahkan kesulitan beradaptasi saat kembali ke lingkungan sekolah.
Karena itu, selain menyiapkan kebutuhan fisik, orang tua juga perlu memperhatikan kesiapan mental dan kebiasaan anak menjelang masuk sekolah.
Beberapa Kesalahan yang Sering Terjadi
Berikut ini beberapa hal yang kerap dilakukan orang tua menjelang tahun ajaran baru dan sebaiknya mulai dihindari.
1. Menunggu Persiapan Hingga Mendekati Hari Masuk Sekolah
Sebagian orang tua baru mulai mempersiapkan kebutuhan sekolah beberapa hari bahkan sehari sebelum masuk sekolah.
Akibatnya, banyak hal menjadi terburu-buru, mulai dari membeli perlengkapan, menyesuaikan jadwal anak, hingga menyiapkan dokumen yang dibutuhkan.
Persiapan yang dilakukan lebih awal biasanya membuat proses masuk sekolah menjadi lebih tenang dan terorganisir.
2. Tidak Mengembalikan Pola Tidur Anak
Selama liburan, anak sering tidur lebih larut dan bangun lebih siang. Jika kebiasaan ini dibiarkan hingga hari terakhir liburan, anak berpotensi kesulitan bangun pagi saat sekolah dimulai.
Idealnya, orang tua mulai mengembalikan jadwal tidur normal beberapa hari sebelum tahun ajaran baru agar tubuh anak memiliki waktu untuk beradaptasi.
3. Terlalu Fokus pada Nilai dan Prestasi
Tidak sedikit orang tua yang sejak awal sudah membicarakan target nilai, peringkat, atau prestasi akademik.
Padahal, sebelum membahas hasil belajar, anak perlu merasa nyaman dan siap terlebih dahulu menjalani proses pembelajaran.
Tekanan yang berlebihan justru bisa membuat anak merasa cemas sebelum sekolah dimulai.
4. Membandingkan Anak dengan Orang Lain
Kalimat seperti “teman kamu sudah siap sekolah” atau “kakak dulu lebih rajin” masih sering terdengar di lingkungan keluarga.
Perbandingan seperti ini dapat membuat anak merasa kurang percaya diri dan tidak dihargai atas kemampuan yang dimilikinya.
Setiap anak memiliki perkembangan dan cara beradaptasi yang berbeda.
5. Membiarkan Anak Terlalu Lama Bermain Gadget
Liburan sering membuat durasi penggunaan gadget meningkat cukup drastis.
Jika tidak dikurangi secara bertahap menjelang sekolah, anak bisa mengalami kesulitan mengatur fokus saat kembali belajar di kelas.
Karena itu, orang tua perlu mulai membatasi penggunaan gadget dan mengarahkan anak pada aktivitas yang lebih produktif.
6. Mengabaikan Kesiapan Mental Anak
Banyak orang tua fokus pada perlengkapan sekolah, tetapi lupa menanyakan bagaimana perasaan anak menjelang masuk sekolah.
Padahal, sebagian anak mungkin merasa gugup, cemas, atau khawatir menghadapi lingkungan baru, guru baru, maupun teman-teman baru.
Komunikasi yang baik dapat membantu anak merasa lebih tenang dan siap menghadapi perubahan.
Kesiapan Anak Bukan Hanya Soal Seragam dan Tas Baru
Tahun ajaran baru memang identik dengan berbagai perlengkapan sekolah yang baru. Namun, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan anak siap secara emosional dan fisik.
Membantu anak beradaptasi dengan rutinitas sekolah, mendengarkan keluhannya, serta memberikan dukungan positif sering kali jauh lebih berharga dibanding sekadar melengkapi kebutuhan sekolah.
Menjelang tahun ajaran baru, orang tua memiliki peran besar dalam membantu anak mempersiapkan diri. Selain memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah, penting juga untuk memperhatikan pola tidur, kondisi mental, serta kesiapan anak menghadapi rutinitas baru.
Dengan menghindari beberapa kesalahan yang sering terjadi, proses kembali ke sekolah dapat berjalan lebih lancar dan membuat anak lebih percaya diri menjalani tahun ajaran yang baru.
sumber: berbagai sumber

