CORONGSUKABUMI.com โ Perjalanan bersejarah Tim Nasional Cape Verde di Piala Dunia FIFA 2026 mendapat sorotan bukan hanya karena prestasi di lapangan, tetapi juga akibat munculnya dugaan kasus pidana yang menyeret kapten tim. Aparat kepolisian Selandia Baru dilaporkan tengah menyelidiki dugaan pemerkosaan terhadap seorang perempuan asal Brasil.
Kasus tersebut mencuat saat Cape Verde tengah bersiap menghadapi Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Blue Sharks dijadwalkan melakoni laga fase gugur tersebut pada Sabtu (4/7/2026) pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, termasuk O Globo dari Brasil, dugaan tindak pidana itu terjadi pada Maret 2026 ketika Cape Verde mengikuti turnamen FIFA Series di Auckland, Selandia Baru. Pelapor merupakan seorang penerjemah asal Brasil yang bertugas mendampingi delegasi Cape Verde selama turnamen berlangsung.
Dalam laporannya, perempuan tersebut menuduh kapten Timnas Cape Verde memasuki kamar hotelnya tanpa izin sebelum diduga melakukan kekerasan fisik, termasuk mencekik, memukul, menggigit, dan kemudian melakukan pemerkosaan. Ia juga mengaku telah menyampaikan dugaan kejadian tersebut kepada sejumlah pejabat sepak bola Cape Verde.
Namun, menurut laporan yang sama, salah seorang pejabat federasi Cape Verde melalui pesan WhatsApp menyebut persoalan tersebut merupakan urusan pribadi dan bukan menjadi ranah federasi.
Pada 10 April 2026, pelapor kemudian membuat laporan resmi kepada kepolisian Selandia Baru. Berdasarkan hasil pemeriksaan forensik yang dikutip media, ditemukan sejumlah memar pada payudara, leher, bibir, kulit kepala, bokong, serta luka di area genital.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, kepolisian Selandia Baru disebut telah mengumpulkan berbagai barang bukti, mulai dari rekaman kamera pengawas hotel, hasil pemeriksaan medis, dokumentasi luka, hingga bukti forensik lainnya. Hingga saat ini penyelidikan masih berlangsung dan belum ada dakwaan resmi yang diajukan terhadap kapten Timnas Cape Verde tersebut.
FIFA Berikan Tanggapan
Menanggapi kasus yang tengah menjadi perhatian publik tersebut, FIFA menyatakan telah mengetahui laporan yang beredar dan berkoordinasi dengan otoritas Selandia Baru.
FIFA menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran serius diperlakukan dengan sangat serius. Namun karena proses hukum masih berjalan di bawah kewenangan aparat penegak hukum, badan sepak bola dunia itu belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara.
Melansir Independent, juru bicara FIFA menegaskan belum bisa berkomentar banyak, namun menanggapinya dengan serius.
โFIFA menanggapi setiap tuduhan pelanggaran dengan sangat serius, dan telah memiliki prosedur yang jelas bagi siapa pun di dunia sepak bola yang ingin melaporkan suatu insiden.โ
Hingga berita ini ditulis, kapten Timnas Cape Verde tersebut belum memberikan pernyataan publik terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Sementara itu, Federasi Sepak Bola Cape Verde juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kasus tersebut.
Bayangi Prestasi Cape Verde
Di tengah bergulirnya penyelidikan, Cape Verde tetap mencatat sejarah dengan berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dan langsung menembus babak 32 besar. Pencapaian tersebut sebelumnya mendapat apresiasi luas sebagai salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Kini, perhatian publik tidak hanya tertuju pada peluang Cape Verde menghadapi Argentina di fase gugur, tetapi juga pada perkembangan proses hukum yang tengah berlangsung.
Penyelidikan masih berjalan dan belum ada putusan pengadilan. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga terdapat putusan hukum yang berkekuatan hukum tetap.
Sumber Jubirtvnews.com: Skandal Dugaan Pemerkosaan Guncang Timnas Cape Verde, FIFA Buka Suara Jelang Duel Kontra Argentina di Piala Dunia 2026

