CORONGSUKABUMI.com – Rangkaian Muhibah Ramadan 2026 dimanfaatkan sebagai ruang konsolidasi antara pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sukabumi dalam mempercepat agenda pembangunan. Selain silaturahmi dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi forum pemaparan capaian kinerja serta arah kebijakan ke depan.
Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati Andreas menyampaikan progres program prioritas, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menegaskan lembaganya siap mengawal seluruh program strategis tersebut agar berjalan optimal dan tepat sasaran.
“DPRD Kabupaten Sukabumi siap mengawal dan mendukung program prioritas yang telah dipaparkan Bupati. Agenda pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, hingga pembangunan hunian tetap adalah langkah strategis yang harus kita jaga bersama,” tegasnya, Minggu (1/3/26).
Dalam kunjungan ke Ponpes Darussyifa Al-Fitroh (Yaspida) Kadudampit, Masjid Jami Al-Muhajirin Gunungguruh, dan Masjid Jami Baiturrahmah Cisaat, Bupati menyampaikan bahwa angka kemiskinan Kabupaten Sukabumi berdasarkan data BPS 2025 turun menjadi 6,41 persen.
Penurunan tersebut didukung berbagai program intervensi, termasuk pembangunan lebih dari 780 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) melalui Program Sakinah. Program tersebut difokuskan pada penyediaan hunian sehat, layak, nyaman, aman, dan berkah bagi masyarakat kurang mampu.
Budi Azhar menilai, keberhasilan menekan angka kemiskinan harus dibarengi penguatan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat.
“Penurunan kemiskinan menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan daerah. DPRD akan memastikan penganggaran tepat sasaran, transparan, dan berdampak langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam sektor pendidikan, pemerintah daerah juga telah menyalurkan beasiswa bagi ratusan mahasiswa, termasuk yang menempuh pendidikan di Universitas Nusa Putra. Program tersebut diproyeksikan sebagai investasi jangka panjang dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selain itu, pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di Palabuhanratu dan Gegerbitung turut menjadi perhatian. Mengingat Sukabumi termasuk daerah rawan bencana, pembangunan huntap dinilai harus terintegrasi dengan tata ruang dan penguatan ekonomi lokal.
“Kita ingin pembangunan tidak hanya reaktif, tetapi berorientasi keberlanjutan. Sinergi kebijakan menjadi penting agar Sukabumi tangguh secara sosial dan ekonomi,” ungkapnya.
Muhibah Ramadan yang dijadwalkan berlangsung di 10 titik ini juga diramaikan kegiatan sosial seperti bazar sembako murah, penyaluran bantuan, hingga hadiah umrah. Bagi DPRD, kegiatan tersebut menjadi wujud kepemimpinan partisipatif yang membuka ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat.
“Kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat memperkuat kepercayaan publik. DPRD mendukung pola komunikasi terbuka seperti ini,” pungkas Budi Azhar.

