Site icon Corong Sukabumi

Kabupaten Sukabumi Pertahankan Opini WTP 12 Kali Berturut-turut, Disperkim Beri Apresiasi

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Keberhasilan Kabupaten Sukabumi mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-12 kali berturut-turut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi yang menilai capaian tersebut sebagai bukti kuat komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Raihan opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 menjadi catatan positif bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan Kabupaten Sukabumi mempertahankan opini tertinggi dalam audit laporan keuangan tersebut.

โ€œAlhamdulillah, Kabupaten Sukabumi kembali meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-12 kalinya atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2025,โ€ ujar Sendi.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab.

โ€œCapaian ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik bagi masyarakat menuju Sukabumi Mubarakah: Maju, Unggul, Berbudaya & Berkah,โ€ katanya.

Sendi menilai, dari perspektif pembangunan perumahan dan kawasan permukiman, opini WTP memiliki arti penting karena menunjukkan bahwa setiap program yang dijalankan pemerintah daerah didukung oleh pengelolaan keuangan yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Exit mobile version