CORONGSUKABUMI.com β Proses pengungkapan identitas mayat tanpa kepala yang ditemukan di aliran Sungai Curug Darismin, Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, memasuki tahap krusial. Tim Medis Forensik Polri menyatakan identifikasi visual hampir mustahil dilakukan, sehingga uji DNA disiapkan sebagai langkah lanjutan.
Tim forensik mengakui menghadapi tantangan berat lantaran kondisi jenazah yang tidak utuh serta telah mengalami pembusukan cukup parah. Meski demikian, prosedur autopsi dipastikan tetap berjalan maksimal guna mengungkap penyebab kematian korban.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Setukpa Polri, Kombes Pol dr. Carles Siagian, Sp.OT (K), mengatakan bahwa autopsi terhadap jenazah dijadwalkan dilaksanakan pada Sabtu (10/1/2026) sesuai standar kedokteran forensik.
βJenazah ditemukan dalam kondisi sebagian tubuh rusak dan tanpa kepala. Hal ini tentu menyulitkan proses identifikasi, namun autopsi tetap kami laksanakan sesuai prosedur untuk mengungkap penyebab kematian,β ujar dr. Carles saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).
Jenis Kelamin dan Usia Masih Misterius
Hingga saat ini, identitas korban masih belum terungkap. Selain bagian kepala yang belum ditemukan, beberapa bagian tubuh lainnya diduga hilang akibat proses pembusukan alami setelah lama terendam air sungai.
Kondisi tersebut membuat tim medis belum dapat memastikan jenis kelamin maupun perkiraan usia korban secara medis.
βKami belum bisa memastikan jenis kelamin korban. Meski ada dugaan sementara mengarah ke laki-laki, hal itu belum bisa kami nyatakan secara resmi. Perkiraan usia juga belum dapat ditentukan sebelum hasil autopsi keluar,β jelas dr. Carles.
Ia menambahkan, keterbatasan jaringan lunak dan tidak adanya kepala menjadi kendala utama dalam proses identifikasi awal.
Gandeng Pusdokkes Polri, DNA Jadi Opsi Terakhir
Untuk memperkuat proses pengungkapan identitas, RS Bhayangkara Setukpa Polri akan melibatkan tim forensik lanjutan dari RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri (RS Polri Kramat Jati), Jakarta.
Langkah-langkah medis yang akan dilakukan antara lain:
- Pengambilan sampel DNA, sebagai metode utama apabila identifikasi konvensional tidak memungkinkan.
- Pemeriksaan kerangka, untuk memperkirakan usia dan tinggi badan korban.
- Analisis luka dan jaringan tersisa, guna mendeteksi kemungkinan adanya unsur kekerasan atau tindak pidana.
βHasil autopsi akan kami sampaikan secara bertahap bersama pihak kepolisian setelah seluruh pemeriksaan selesai,β tambah dr. Carles.
Polisi Minta Data Antemortem dari Warga
Seiring proses medis berjalan, kepolisian bersama tim forensik mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kurun waktu satu hingga dua pekan terakhir agar segera melapor ke Polres Sukabumi atau Mapolsek Ciracap.
Warga diminta membawa data pendukung antemortem untuk membantu proses pencocokan identitas, di antaranya:
- Fotokopi KTP atau Kartu Keluarga korban.
- Rekam medis atau rontgen gigi, apabila tersedia.
- Informasi pakaian terakhir dikenakan atau ciri fisik khusus seperti tato, bekas luka, atau tanda lahir.
Sementara itu, lokasi penemuan mayat tanpa kepala masih dipasangi garis polisi. Aparat terus melakukan olah tempat kejadian perkara lanjutan serta penyisiran sungai guna mencari bagian tubuh korban yang hingga kini belum ditemukan.
Sumber Jubirtvnews.com:Β Sulit Identifikasi Visual, Tim Forensik Siapkan Tes DNA Mayat Tanpa Kepala di Ciracap Sukabumi










