Viral Keluhan Warga Soal Pelayanan Puskesmas Tamanjaya, Ini Penjelasan Kepala Puskesmas

Keluhan warga soal pelayanan Puskesmas Tamanjaya Sukabumi viral di media sosial. Kepala Puskesmas beri klarifikasi dan janji perbaikan layanan.

Video Viral dan Kepala Puskesmas Tamanjaya saat mengunjungi pasien yang membuat video Viral. | Foto: Ist

CORONGSUKABUMI.com – Sebuah unggahan warga tentang pengalaman kurang menyenangkan saat berobat ke Puskesmas Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, memicu perbincangan hangat di media sosial. Kejadian ini terjadi pada Senin dini hari (26/8/2025) dan langsung menjadi sorotan publik setelah viral di Facebook.

Unggahan tersebut dibuat oleh Aldi Wibisana, warga Desa Ciwaru. Ia menuliskan pengalamannya saat membawa istrinya yang mengeluh sakit telinga, namun merasa tidak mendapatkan pelayanan yang memadai dari fasilitas kesehatan setempat.

“Sekitar pukul 01.00 WIB saya bawa istri ke pustu, tapi kondisinya gelap gulita. Lalu saya langsung menuju Puskesmas dengan harapan bisa ditangani. Namun saya malah diminta minum obat sisa yang ada di rumah, katanya tidak ada obat dan infusan,”
tulis Aldi dalam unggahannya yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Baca Juga :  Pesan Prabowo di Idul Adha 2025: Bangun Indonesia dengan Semangat Pengorbanan dan Persatuan

Menanggapi kabar tersebut, Kepala Puskesmas Tamanjaya, Lilis Herlina, memberikan klarifikasi. Ia membantah informasi bahwa pihaknya kekurangan obat atau alat medis.

“Pasien datang sekitar pukul 01.35 WIB bersama suaminya, mengeluh sakit kepala dan demam. Setelah diperiksa, tekanan darahnya 95/80. Namun saat akan diberikan obat, pasien pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan petugas piket,” jelas Lilis saat dikonfirmasi.

Menurut Lilis, ketersediaan obat di Puskesmas masih mencukupi untuk pelayanan harian, termasuk pelayanan gigi.

“Kalau ada yang bilang di Puskesmas tidak ada obat, jelas salah. Kami tetap menjalankan pelayanan kesehatan rutin, termasuk PKG (Pelayanan Kesehatan Gigi) yang jelas membutuhkan obat dan alat,”
imbuhnya.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Bandung, Terasa hingga Sukabumi dan Sejumlah Daerah di Jawa Barat

Untuk meredakan ketegangan dan menghindari kesalahpahaman lebih lanjut, pihak Puskesmas langsung menghubungi keluarga pasien. Lilis menyebut bahwa komunikasi berjalan baik dan kedua belah pihak telah saling menyampaikan permintaan maaf.

“Ya, kami sudah menelpon keluarga pasien dan mereka menyampaikan permintaan maaf. Saya pun secara pribadi meminta maaf atas kekurangan dalam pelayanan,”
ujar Lilis saat menjenguk pasien di RSUD Jampangkulon.

Insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik fasilitas layanan kesehatan maupun masyarakat, akan pentingnya komunikasi yang jelas dan terbuka. Puskesmas Tamanjaya sendiri menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan dan merespons setiap masukan dari masyarakat secara cepat dan tanggap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!