CORONGSUKABUMI.com – Persoalan hunian warga terdampak bencana di Kabupaten Sukabumi kembali mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM memastikan bantuan pembangunan rumah disiapkan, dengan nilai Rp40 juta untuk setiap rumah setelah lahan relokasi tersedia.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga terdampak pergeseran tanah di Kampung Cijambe, RT 5/RW 7, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung.
Kepastian itu disampaikan Dedi setelah keluhan warga terkait lambannya pembangunan hunian tetap (huntap) beredar melalui media sosial.
βSaya sudah mendapat laporan dari Pemda Kabupaten Sukabumi,β kata Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Dedi, Pemkab Sukabumi sebelumnya telah memberikan bantuan biaya kontrakan sebesar Rp3 juta kepada warga terdampak. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan bantuan kontrakan yang diberikan Pemprov Jabar, yakni Rp10 juta, karena menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Namun, persoalan yang masih menjadi kendala adalah ketersediaan lahan untuk relokasi. Pemkab Sukabumi disebut masih melakukan negosiasi dengan sejumlah pihak swasta, termasuk perusahaan perkebunan, untuk memperoleh lahan yang dinilai aman dan nyaman bagi warga.
βLahan untuk relokasi di tempat yang lebih nyaman dan aman,β ujarnya.
Pemkab Sukabumi juga telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan rumah kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, sampai saat ini belum ada kepastian terkait realisasi bantuan tersebut.
Dedi meminta Pemkab Sukabumi mempercepat proses penyediaan lahan agar pembangunan rumah warga terdampak dapat segera direalisasikan.
βProvinsi Jawa Barat sudah meminta pada Pemda Sukabumi untuk mempercepat penyediaan lahan. Selanjutnya kami nanti memberikan bantuan untuk pembangunan rumahnya,β katanya.
Setelah lahan tersedia, Pemprov Jabar akan menyalurkan Rp40 juta untuk setiap rumah. Dedi juga menginginkan rumah tersebut dibangun dengan konstruksi panggung sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap kemungkinan terjadinya kembali pergeseran tanah.
βRumahnya harus panggung agar ketika ada pergeseran tanah tidak ambruk. Kami siapkan Rp40 juta per rumah,β ujar Dedi.
120 KK di Simpenan Disiapkan Rp4,8 Miliar
Bantuan untuk warga Bantargadung menambah daftar komitmen Pemprov Jabar dalam menangani masyarakat Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana.
Sebelumnya, Dedi juga memastikan pemerintah provinsi menyiapkan anggaran sekitar Rp4,8 miliar bagi 120 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang Sungai Cidadap di Kecamatan Simpenan.
Komitmen tersebut muncul setelah keluhan warga Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, viral di media sosial. Warga mengaku masih menunggu kepastian bantuan biaya kontrakan dan tempat tinggal setelah bencana banjir bandang yang terjadi pada Desember 2024.
Dalam video yang beredar, warga menyampaikan bahwa mereka telah lama menanti realisasi bantuan, termasuk biaya kontrakan Rp10 juta dan kepastian relokasi.
Dedi mengatakan bencana tersebut terjadi sebelum dirinya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025.
βMengenai postingan yang muncul kemarin, sebanyak 46 kepala keluarga (KK) di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, terdampak bencana yang terjadi pada Desember 2024, sebelum saya memimpin,β kata Dedi, Selasa (24/8/2026).
Menurutnya, Pemkab Sukabumi sebelumnya telah mengajukan bantuan kepada BNPB. Karena bantuan tersebut belum terealisasi, Pemprov Jabar kemudian memutuskan ikut menangani persoalan tersebut dengan catatan Pemkab Sukabumi menyediakan lahan untuk pembangunan rumah.
Dedi menyebut jumlah warga yang membutuhkan bantuan di Kecamatan Simpenan lebih banyak dari angka yang sebelumnya viral. Totalnya mencapai 120 KK.
βTotal kebutuhannya bukan 46, tetapi 120 kepala keluarga. 120 kepala keluarga kalau bantuannya Rp40 juta, maka diperlukan dana yang harus disiapkan oleh pemerintah provinsi sebesar Rp4,8 miliar,β jelasnya.
Bantuan tersebut nantinya ditujukan bagi seluruh wilayah terdampak di Kecamatan Simpenan. Sementara keluhan yang sebelumnya viral berasal dari warga Desa Cidadap.
Total Bantuan Capai Rp6,09 Miliar
Dedi juga mengungkapkan total bantuan yang telah disalurkan Pemprov Jabar kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana sejak dirinya mulai menjabat gubernur pada 20 Februari 2025.
Nilainya mencapai sekitar Rp6,093 miliar.
Bantuan tersebut antara lain berupa biaya hidup sebesar Rp10 juta untuk 28 KK korban bencana di Kecamatan Simpenan dengan total Rp280 juta.
Pemprov Jabar juga membangun 20 unit rumah berarsitektur Sunda di Kecamatan Palabuhanratu pada 2025. Setiap rumah memiliki nilai sekitar Rp120 juta, ditambah fasilitas pendukung, dengan total anggaran sekitar Rp2,4 miliar.
Pada 2026, Pemprov Jabar kembali membangun 20 unit rumah panggung di Kecamatan Palabuhanratu. Nilainya sekitar Rp126 juta per unit atau total kurang lebih Rp2,5 miliar.
Selain itu, sebanyak 20 unit rumah dibangun di Kecamatan Nyalindung dengan total anggaran sekitar Rp800 juta.
βSehingga bantuan yang sudah disalurkan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana mencapai Rp6,09 miliar,β kata Dedi.
Dedi menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas keterlambatan penanganan sekaligus memastikan Pemprov Jabar terus mendorong percepatan proses relokasi.
βUntuk itu, saya ucapkan terima kasih, mohon maaf atas keterlambatan penanganannya,β ujarnya.
Menurut Dedi, percepatan penanganan warga terdampak bencana tetap membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Salah satu hal paling mendesak adalah memastikan ketersediaan lahan yang aman untuk lokasi relokasi sebelum pembangunan rumah dapat dimulai.
Sumber Jubirtvnews.com:Β KDM Siapkan Bantuan Rp40 Juta per Rumah untuk Korban Bencana di Sukabumi









