Beranda / Daerah / Bogor dan Sukabumi Diguncang Gempa, 349 Rumah dan Fasilitas Ibadah Terdampak

Bogor dan Sukabumi Diguncang Gempa, 349 Rumah dan Fasilitas Ibadah Terdampak

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Guncangan dua gempa bumi yang terjadi di wilayah Bogor pada Kamis (15/10/2026) berdampak pada ratusan bangunan di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 349 rumah mengalami kerusakan, sementara lima fasilitas ibadah turut terdampak di wilayah Kabupaten Bogor.

Di Kabupaten Sukabumi, kerusakan dilaporkan terjadi di Kecamatan Kabandungan dengan total 96 rumah mengalami kerusakan ringan. Dampak tersebut tercatat memengaruhi 106 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 381 jiwa.

Data kerusakan di Sukabumi dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi dan disampaikan dalam laporan pemantauan serta verifikasi dampak gempa oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Stasiun Geofisika Sukabumi, Agung Sabtaji, menyebutkan kerusakan rumah tersebar di empat desa di Kecamatan Kabandungan. Desa Kabandungan menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni 84 rumah rusak ringan yang memengaruhi 94 KK atau 333 jiwa.

Sementara itu, Desa Tugubandung melaporkan sembilan rumah rusak ringan dengan dampak terhadap sembilan KK atau 33 jiwa. Di Desa Cihamerang, dua rumah mengalami kerusakan ringan yang berdampak pada dua KK atau 10 jiwa. Adapun Desa Mekarjaya mencatat satu rumah rusak ringan dengan satu KK atau lima jiwa terdampak.

Baca Juga :  Penanaman 500 Pohon Mangrove di Pangumbahan, Wujudkan Rehabilitasi Pesisir Sukabumi

β€œBerdasarkan laporan kecamatan yang dihimpun, seluruh kerusakan rumah di wilayah tersebut masuk kategori rusak ringan. Laporan tersebut juga tidak mencatat adanya korban meninggal dunia maupun korban luka-luka,” ujarnya.

BMKG mencatat dua kejadian gempa yang mengguncang wilayah Bogor pada Kamis sore tersebut. Gempa pertama memiliki magnitudo 3,5 dan terjadi pada pukul 17.49.43 WIB, disusul gempa bermagnitudo 4,1 pada pukul 17.58.23 WIB.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan kedua gempa tersebut tergolong gempa dangkal. Gempa pertama tercatat memiliki kedalaman sembilan kilometer, sedangkan gempa kedua berkedalaman lima kilometer.

β€œBerdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, kedua gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang diduga dipicu oleh aktivitas sesar aktif,” kata Ayu, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga :  Video: Expo Sukabumi 2025: Stan DKUKM Hadirkan Konsultasi Koperasi hingga Promosi UMKM

Setelah dua gempa utama tersebut, BMKG mencatat sedikitnya 11 kejadian gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,6 hingga 2,6. Dari jumlah tersebut, dua kejadian dilaporkan turut dirasakan oleh masyarakat.

Guncangan juga dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas yang berbeda. Di Kabupaten Sukabumi, intensitas IV MMI dilaporkan di Kecamatan Kabandungan. Sementara itu, intensitas III MMI dirasakan di Kalapanunggal, Cipeuteuy, Lengkong, dan Parakansalak.

Adapun di Palabuhanratu, Pabuaran, dan Cicantayan, guncangan dilaporkan mencapai intensitas II MMI.

Ratusan Rumah dan Fasilitas Ibadah di Bogor Terdampak

Dampak kerusakan juga terjadi di Kabupaten Bogor. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bogor, sebanyak 253 rumah dan lima fasilitas ibadah terdampak akibat rangkaian gempa tersebut.

Dari total rumah yang terdampak, sebanyak 222 rumah masuk kategori rusak ringan, 25 rumah rusak sedang, dan enam rumah mengalami kerusakan berat.

Kerusakan bangunan dilaporkan tersebar di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, serta Desa Cibunian dan Desa Purwabakti di Kecamatan Pamijahan. Selain kerusakan bangunan, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan di klinik.

Baca Juga :  Susuri Wilayah Selatan, Bupati Sukabumi Pimpin Touring β€œNgalongok Dulur di Lembur”

Untuk memastikan kondisi di lapangan, BMKG mulai melakukan survei sejak 16 Oktober 2026. Kegiatan tersebut bertujuan memverifikasi laporan kerusakan sekaligus memeriksa kondisi bangunan di wilayah yang terdampak guncangan.

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan dan berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Upaya ini dilakukan untuk menghimpun data yang akurat sebagai dasar penanganan lebih lanjut.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalamnya, terutama apabila terdapat retakan atau tanda kerusakan lainnya.

Apabila ditemukan kerusakan yang berpotensi membahayakan keselamatan, masyarakat disarankan menjauhi bangunan tersebut dan meminta pemeriksaan dari petugas berwenang. Informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gempa dapat dipantau melalui kanal komunikasi BMKG.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Rentetan Gempa Guncang Bogor dan Sukabumi, 349 Rumah dan Fasilitas Ibadah Terdampak

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru