Beranda / Pariwisata / Debit Air Cisolok Turun, Geyser Cipanas Sukabumi Hadirkan Pengalaman Wisata Berbeda

Debit Air Cisolok Turun, Geyser Cipanas Sukabumi Hadirkan Pengalaman Wisata Berbeda

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com – Menyusutnya debit Sungai Cisolok hingga 50 persen akibat musim kemarau membawa perubahan pada lanskap wisata Geyser Cipanas, Kabupaten Sukabumi. Di tengah aliran sungai yang semakin tipis, semburan geyser dilaporkan tetap bertahan, sementara bagian dasar area di sekitar sumber semburan yang biasanya tertutup air kini lebih mudah terlihat.

Fenomena tersebut menjadi pemandangan berbeda bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Geyser Cipanas, Cisolok, pada Oktober 2026. Kondisi sungai yang surut juga memunculkan sensasi air yang terasa lebih hangat akibat bercampurnya air sungai dengan semburan geyser.

Pengelola Geyser Cipanas dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Febby Marwan, mengatakan penurunan debit air sungai tidak diikuti perubahan berarti pada semburan geyser.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Sukabumi Soroti Kerusakan Fasilitas di Geyser Cisolok, Minta Perbaikan Segera Dilakukan

β€œDebit air sungai turun hingga 50 persen, tetapi semburan Geyser masih tetap ada dan tidak berkurang,” ungkap Febby Marwan, Selasa (13/10/2026).

Penyusutan debit Sungai Cisolok terjadi seiring musim kemarau yang berlangsung sejak pertengahan 2026. Memasuki Oktober, aliran sungai yang biasanya dimanfaatkan wisatawan untuk bermain air dan menikmati fenomena geyser terlihat semakin menipis, menyisakan aliran di antara bebatuan.

Kondisi tersebut turut memperlihatkan bagian dasar area di sekitar sumber semburan yang sebelumnya tertutup aliran air. Pemandangan ini menjadi salah satu perubahan yang dapat diamati pengunjung ketika debit sungai menurun.

Selain perubahan bentang sungai, kondisi tersebut juga memengaruhi pengalaman wisatawan saat menikmati air di sekitar geyser. Menurut Febby, percampuran semburan geyser dengan aliran sungai yang lebih sedikit membuat air terasa lebih hangat dibandingkan biasanya.

Baca Juga :  Objek Wisata Geyser Cisolok Dibanjiri Pengunjung Selama Libur Sekolah

β€œPengunjung menikmati sensasi baru, yaitu adanya air sungai yang lebih panas dari biasanya akibat bercampurnya Geyser dan aliran air sungai yang sedikit,” lanjut Febby.

Meski menawarkan pengalaman berbeda, musim kemarau turut berdampak terhadap kunjungan wisata ke kawasan tersebut. Febby menyebut jumlah pengunjung mengalami penurunan sekitar 30 hingga 35 persen selama periode kemarau.

Di tengah penurunan tersebut, perubahan kondisi sungai tetap menghadirkan sisi lain dari daya tarik Geyser Cipanas. Pengunjung dapat melihat lanskap yang berbeda dari biasanya, ketika permukaan air menurun dan semburan geyser tetap terlihat.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jabar 29 September 2026, Berawan di Sejumlah Wilayah

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana perubahan musim dapat memengaruhi kondisi kawasan wisata alam, mulai dari debit sungai hingga pengalaman yang dirasakan pengunjung. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan kondisi aliran, suhu air di sekitar geyser, serta arahan petugas demi menjaga keselamatan selama beraktivitas.

Hingga Oktober 2026, Geyser Cipanas masih memperlihatkan semburannya di tengah penyusutan debit Sungai Cisolok. Kondisi tersebut menjadi fenomena tersendiri bagi kawasan wisata Cisolok, sekaligus menunjukkan bahwa musim kemarau tidak hanya membawa perubahan pada aliran sungai, tetapi juga pada karakter pengalaman wisata yang ditawarkan.

Traktir Kopi
Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru