Beranda / Parlemen / Deni Gunawan Ajak Warga Sukabumi Tinggalkan Bank Emok, Pilih Pinjaman Tanpa Bunga

Deni Gunawan Ajak Warga Sukabumi Tinggalkan Bank Emok, Pilih Pinjaman Tanpa Bunga

CORONGSUKABUMI.com – Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih sumber pembiayaan, terutama pinjaman berbunga tinggi yang kerap dikenal sebagai bank emok. Menurutnya, kemudahan pencairan dana yang ditawarkan justru sering berujung pada beban ekonomi yang semakin berat bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Deni saat menggelar reses kedua Tahun Sidang 2026 di Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kamis (4/6/2026). Dalam kegiatan itu, ia juga mensosialisasikan program pinjaman tanpa bunga yang disediakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Menurut Deni, keberadaan program tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah, yang membutuhkan tambahan modal usaha tanpa harus terjerat pinjaman berbunga tinggi.

Baca Juga :  Dadang Hermawan Akan Dorong Program Makan Siang Gratis Segera Direalisasikan

β€œPemda, lewat BPR-nya, punya program pinjaman tanpa bunga. Tentunya ini kan sangat membantu, daripada kita meminjam ke bank emok. Bunganya yang sudah luar biasa tinggi sehingga bukan membantu, akhirnya mencekik,” ujarnya.

Ia mengakui kebutuhan ekonomi yang mendesak sering membuat sebagian masyarakat, terutama ibu rumah tangga, mengambil keputusan cepat dengan meminjam uang tanpa mempertimbangkan risiko yang akan muncul di kemudian hari. Karena itu, ia mengimbau warga untuk memanfaatkan fasilitas pembiayaan resmi yang telah tersedia.

Deni menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui berbagai program bantuan permodalan yang telah disiapkan pemerintah daerah. Melalui kegiatan reses, pihaknya berupaya menyampaikan informasi tersebut agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.

Baca Juga :  Video: Jelang HUT Pramuka ke-64, Camat Jampangkulon Tinjau Persiapan Perkemahan Bojonggenteng Sukabumi

β€œKita menghimbau, alangkah baiknya dihindari. Tapi kalau memang perlu sekali untuk usaha, lanjut saja ke BPR,” jelasnya.

Selain persoalan ekonomi dan akses permodalan, Deni mengungkapkan bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur masih menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses. Aspirasi lainnya berkaitan dengan peningkatan fasilitas pendidikan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang saat ini terus berkembang di wilayah Kecamatan Cidahu, termasuk di Desa Babakanpari.

Ia mencontohkan kondisi jalan menuju lokasi reses yang sebagian sudah mendapatkan perbaikan, namun masih terdapat beberapa ruas yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Di sisi lain, aktivitas ekonomi masyarakat dinilai semakin meningkat seiring masuknya investasi dan berdirinya sejumlah usaha baru.

Baca Juga :  Infrastruktur dan Longsor Jadi Sorotan dalam Reses Teddy Setiadi di Parungkuda

β€œKalau infrastruktur, tentunya terus-terusan diperlukan. Seperti contoh, saya saja lewat ke sini, memang jalan baru diaspal, tapi belum semua. Perekonomian di Desa Babakan Pari, Alhamdulillah terus meningkat setelah hadirnya para investor yang membuat pabrik-pabrik baru,” katanya.

Deni menambahkan, geliat ekonomi tidak hanya terjadi di Desa Babakanpari, tetapi juga mulai terlihat di sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Cidahu. Kondisi tersebut ditandai dengan bertambahnya pelaku usaha baru dan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Menurutnya, peningkatan infrastruktur dan kemudahan akses pembiayaan yang sehat menjadi dua faktor penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi masyarakat agar terus berkelanjutan.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru