CORONGSUKABUMI.com โ Persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi mulai menunjukkan dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) ke-11 yang akan digelar pada 2026.
Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan bursa calon ketua, sementara mekanisme pencalonan masih memungkinkan munculnya kandidat lain hingga pelaksanaan Musda. Bahkan, peluang sejumlah figur yang belum memenuhi persyaratan reguler tetap terbuka melalui mekanisme diskresi DPP Partai Golkar.
Ketua Pelaksana Musda ke-11 Partai Golkar Kabupaten Sukabumi, Deni Gunawan, mengatakan penentuan ketua nantinya melibatkan 52 hak suara.
Jumlah tersebut terdiri atas 47 Ketua Pimpinan Kecamatan (PK), tiga suara dari organisasi pendiri dan didirikan, satu suara DPD Partai Golkar Jawa Barat, serta satu suara dari organisasi sayap partai.
โKetua PK 47, organisasi pendiri dan didirikan tiga, dari Jawa Barat satu, sayap partai satu,โ kata Deni dikutip Jumat (4/9/2026).
Deni menjelaskan, setiap kader yang memenuhi ketentuan organisasi dan persyaratan sesuai AD/ART Partai Golkar memiliki kesempatan untuk mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi.
Kader yang saat ini terlibat dalam kepanitiaan Musda pun tidak otomatis kehilangan kesempatan untuk maju. Selama memenuhi persyaratan, status sebagai panitia tidak menjadi penghalang pencalonan.
โBoleh. Kalau memenuhi syarat, kenapa tidak? Kan ada aturannya,โ ujarnya.
Meski demikian, sejauh ini belum ada anggota panitia Musda yang menyatakan secara terbuka akan maju sebagai calon ketua.
Nama Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, justru disebut telah memiliki rencana untuk ikut dalam kontestasi. Budi sendiri tidak tercatat dalam struktur kepanitiaan Musda.
Selain jalur pencalonan melalui mekanisme reguler, peta persaingan juga masih dapat berubah karena adanya ruang diskresi dari DPP Partai Golkar.
Diskresi tersebut memungkinkan adanya pengecualian terhadap persyaratan tertentu dalam kondisi khusus. Mekanisme ini sebelumnya juga pernah diberikan kepada Marwan Hamami ketika mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi.
Dengan mekanisme tersebut, peluang Marwan Hamami untuk kembali maju masih terbuka apabila mendapatkan diskresi dari DPP.
Hal serupa juga berpotensi berlaku bagi Bupati Sukabumi Asep Japar apabila nantinya belum memenuhi persyaratan untuk maju melalui mekanisme reguler.
โDi Partai Golkar itu ada yang memang masih dibutuhkan, misalkan sudah dua periode seperti Ketua DPD yang lalu, Pak Marwan, tiga kali dikeluarkan diskresi,โ jelas Deni.
Kondisi tersebut membuat peta kandidat Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi belum dapat dikunci. Nama-nama yang saat ini muncul masih berpotensi bertambah atau berubah sebelum Musda berlangsung.
Aklamasi Belum Bisa Dipastikan
Di tengah munculnya sejumlah nama, Deni juga membantah anggapan bahwa Musda nantinya sudah pasti berlangsung secara aklamasi.
Menurutnya, aklamasi hanya dapat terjadi apabila dukungan terhadap satu calon telah bulat dan tidak ada kandidat lain yang maju.
โArtian aklamasi itu ketika dukungan sudah bulat, terus dilaksanakan Musda, kalau tidak ada calon lagi,โ katanya.
Deni juga tidak ingin berspekulasi mengenai siapa sosok yang paling ideal untuk memimpin Partai Golkar Kabupaten Sukabumi.
Baginya, ketua yang terpilih nantinya harus mampu membawa organisasi berkembang sekaligus meningkatkan kekuatan Golkar di parlemen.
โHarapan dengan ketua baru nanti itu bisa mengembangkan dan memposisikan Fraksi Golkar bertambah kursi. Itu targetnya,โ ujarnya.
Ia pun menepis anggapan bahwa posisi Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi secara otomatis menjadi figur paling dominan dalam percaturan politik daerah.
Menurut Deni, seluruh proses harus dikembalikan kepada mekanisme organisasi. Siapa pun yang akhirnya mendapatkan mandat melalui Musda harus diterima sebagai figur terbaik untuk memimpin partai.
โKita belum tahu, Musdanya saja belum. Kalau saya di internal partai, siapa yang terpilih itulah yang terbaik,โ pungkasnya.
Sementara itu, persiapan Musda terus berjalan. Pleno DPD Partai Golkar Kabupaten Sukabumi yang membahas pembentukan kepanitiaan telah dilaksanakan pada Selasa (25/8/2026).
Panitia saat ini masih menunggu penetapan jadwal resmi dari DPD Partai Golkar Jawa Barat. Struktur Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) juga telah disiapkan untuk menjalankan tahapan Musda setelah jadwal resmi ditetapkan.
Dengan waktu pelaksanaan yang masih menunggu kepastian, dinamika perebutan kursi Ketua DPD Golkar Kabupaten Sukabumi diperkirakan masih akan berkembang, terutama terkait siapa saja yang akhirnya memastikan diri maju dalam Musda ke-11.
Sumber Jubirtvnews.com:ย Jelang Musda Golkar Sukabumi 2026, Sejumlah Nama Berpeluang Masuk Bursa Ketua

