Site icon Corong Sukabumi

Lulusan Kebidanan Pilih Bertani, Cerita Fitria Aryani yang Kini Tekuni Kebun Cabai

Traktir Kopi

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Hamparan tanaman cabai kini menjadi bagian dari keseharian Fitria Aryani. Di antara barisan tanaman yang tumbuh di Kampung Cikanyere, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, perempuan 28 tahun itu tengah menekuni jalan baru yang berbeda dari latar belakang pendidikannya.

Fitria merupakan lulusan kebidanan. Namun, ketertarikannya pada dunia pertanian perlahan membawanya mencoba peruntungan di sektor yang selama ini cukup jauh dari dunia kesehatan.

Bersama sang suami, Fitria kini mengelola sekitar 2.000 pohon cabai. Usaha tersebut dijalankan secara bertahap di tengah kesibukannya sebagai seorang ibu dengan satu anak laki-laki.

Ketertarikannya terhadap pertanian sebenarnya berawal dari hobi. Fitria mengaku sejak awal memang memiliki ketertarikan untuk bertani, hingga akhirnya hobi tersebut mendorongnya mencoba lebih serius menanam cabai.

โ€œMenanam cabai ini awalnya karena hobi bertani. Dari hobi itu kemudian kami coba tekuni dan ternyata bisa menjadi peluang usaha bersama,โ€ kata Fitria, Rabu (9/9/2026).

Dari sekadar hobi, kegiatan bercocok tanam tersebut kemudian berkembang menjadi usaha keluarga. Sekitar 2.000 pohon cabai kini menjadi bagian dari usaha yang dikelolanya bersama sang suami.

โ€œBertani bukan sekadar mencoba pekerjaan baru. Kami melihat pertanian sebagai peluang yang bisa dikembangkan bersama keluarga,โ€ ujarnya.

Pilihan tersebut membuat Fitria harus beradaptasi dengan banyak hal. Jika sebelumnya ia terbiasa dengan aktivitas pelayanan kebidanan, pasien dan perlengkapan medis, kini kesehariannya diisi dengan mempelajari tanaman serta berbagai proses perawatannya.

Dunia pertanian pun menghadirkan tantangan tersendiri. Fitria harus memahami kondisi tanaman, melakukan perawatan dan memastikan tanaman cabai dapat tumbuh hingga menghasilkan panen yang baik.

โ€œPilihan ini menunjukkan bahwa pekerjaan tidak selalu harus terpaku pada bidang yang sesuai dengan latar belakang pendidikan,โ€ terangnya.

Dengan ketekunan dan kemauan belajar, Fitria mencoba menjadikan lahan pertanian sebagai ruang baru untuk berkembang bersama keluarganya. Hobi yang awalnya hanya menjadi aktivitas yang disukai perlahan diarahkan menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi.

Saat ini, harga cabai berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram. Nilai tersebut menjadi salah satu peluang ekonomi yang ingin dimanfaatkan Fitria dan suaminya melalui usaha pertanian yang mereka jalankan.

โ€œPengalaman ini menjadi perjalanan baru. Dari dunia kebidanan yang penuh dengan pelayanan kesehatan, kini belajar menghadapi tantangan lain di sektor pertanian,โ€ tuturnya.

Bagi Fitria, latar belakang pendidikan bukan alasan untuk membatasi diri dalam mencoba bidang lain. Kemauan belajar dan keberanian memulai justru membuka peluang baru yang dapat dikembangkan bersama keluarga.

Perjalanan Fitria menunjukkan bahwa pilihan pekerjaan tidak selalu harus berjalan lurus dengan latar belakang pendidikan. Dari dunia kebidanan, ia kini menemukan ruang baru di sektor pertanian, berawal dari hobi yang perlahan tumbuh menjadi usaha keluarga.

โ€œSelama ada kemauan belajar dan keberanian memulai, bidang yang awalnya terasa asing pun bisa menjadi jalan untuk membangun usaha keluarga,โ€ tandasnya.

Sumber Jubirtvnews.com:ย Cerita Fitria Aryani, Lulusan Kebidanan yang Kini Menemukan Gairah Baru di Kebun Cabai

Traktir Kopi
Exit mobile version