Beranda / Daerah / Penutupan Dapur MBG di Simpenan Berdampak pada Relawan dan Penerima Manfaat

Penutupan Dapur MBG di Simpenan Berdampak pada Relawan dan Penerima Manfaat

CORONGSUKABUMI.com – Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, yang terpaksa ditutup sementara akibat dugaan keracunan massal, memicu kesulitan ekonomi bagi puluhan relawan yang kehilangan sumber penghasilan. Para relawan yang bekerja harian di dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Anugerah Ratu Alam 1, Desa Loji, kini harus menunggu kepastian apakah operasional dapur dapat dilanjutkan.

Penutupan dapur tersebut dilakukan setelah adanya insiden keracunan yang dialami oleh sejumlah warga usai mengonsumsi makanan dari program tersebut. Selama proses investigasi laboratorium yang tengah dilakukan, seluruh aktivitas produksi dan distribusi makanan dihentikan. Proses ini diperkirakan akan berlangsung sampai pihak Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan surat izin untuk kembali beroperasi.

Relawan Kehilangan Penghasilan

Kepala SPPG Loji, Letda KC. Anwar Syapei, menjelaskan bahwa penghentian operasional dapur ini bersifat sementara, namun hingga kini belum ada kepastian kapan dapur bisa kembali beroperasi. Menurut Anwar, para relawan yang sebelumnya bekerja harian di dapur sangat terdampak oleh penutupan ini karena mereka tidak memiliki kontrak kerja tetap, sehingga tidak mendapatkan penghasilan selama dapur tidak beroperasi.

Baca Juga :  Video: Peluncuran Dapur SPPG Polres Sukabumi, Wabup: Target Kabupaten 260 Unit

“Kalau pegawai BGN atau SPPG itu pegawai tetap, sementara relawan sifatnya harian. Digaji kalau bekerja, kalau tidak bekerja ya tidak ada penghasilan. Sekarang ini mereka benar-benar terlunta,” ungkap Anwar, Minggu (1/2/2026).

Anwar menambahkan, mayoritas relawan sebelumnya direkrut untuk mendukung program MBG dengan konsep multiplier effect, yaitu menyerap tenaga kerja lokal dan membantu mengurangi angka pengangguran di desa. Namun, penutupan dapur justru membuat banyak relawan kembali menganggur, yang tentunya sangat berdampak pada ekonomi mereka.

β€œSebelumnya nganggur, lalu bekerja, sekarang karena dapur ditutup mereka kembali menganggur. Ini bukan kondisi yang kami harapkan,” ungkapnya dengan prihatin.

Baca Juga :  Video: Akses Jalan di Desa Ciparay Diperbaiki, Aktivitas Warga Kini Lebih Mudah

Dampak Pada Penerima Manfaat

Dampak dari penutupan dapur MBG juga sangat dirasakan oleh ratusan penerima manfaat program ini, termasuk siswa sekolah dan ibu-ibu yang mengikuti posyandu di wilayah Loji-Sangrawayang, Kecamatan Simpenan. Sejak Kamis (29/1/2026), distribusi makanan MBG dihentikan sementara. Para penerima manfaat kini tidak lagi mendapatkan asupan makanan bergizi yang sebelumnya rutin diterima setiap hari.

β€œKini, puluhan relawan hanya bisa menunggu kepastian, berharap dapur segera dibuka kembali agar roda ekonomi kecil yang sempat berputar lewat MBG bisa kembali berjalan,” tambah Anwar.

Para penerima manfaat yang tergantung pada distribusi makanan program ini, khususnya anak-anak dan ibu hamil, kini harus mencari alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan gizi mereka.

Proses Investigasi dan Permohonan Maaf

Sebelumnya, Kepala SPPG Loji menjelaskan bahwa penutupan dapur dilakukan sebagai bagian dari proses investigasi terhadap sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan massal yang terjadi pada Rabu (28/1/2026). Sampel makanan dari dapur dikirim ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut. Sementara itu, dapur SPPG Loji juga disterilkan dan tidak diperkenankan melakukan aktivitas produksi selama proses tersebut berlangsung.

Baca Juga :  Video: Tertimpa Pohon Tumbang, Rumah Milik Lansia di Jampangkulon Sukabumi Rusak Parah

β€œKami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Untuk sementara, kami melakukan evaluasi internal sambil menunggu arahan lebih lanjut dari pusat,” ujar Anwar.

Sementara itu berdasarkan laporan medis terbaru, kondisi 31 warga yang sempat mengalami keluhan kesehatan kini sudah membaik sepenuhnya.

Senada dengan hal itu, Kepala Puskesmas Simpenan, Ade Setiawan, mengonfirmasi bahwa seluruh korban, termasuk enam orang yang sempat dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, sudah diperbolehkan pulang hari ini.

Sumber Jubirtvnews.com:Β Dapur MBG Ditutup Imbas Dugaan Keracunan di Simpenan, Puluhan Relawan Kehilangan Penghasilan

 

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!