CORONGSUKABUMI.com – Di tangan anak-anak, gadget bukan hanya alat komunikasi, tapi juga pintu ke berbagai jenis hiburan seperti game hingga media sosial (medsos). Keduanya sama-sama menarik, sama-sama mudah diakses, dan sering kali digunakan dalam waktu yang tidak sedikit. Pertanyaannya, dari semua itu, mana yang paling berpengaruh?
Sejumlah sumber, menilai bahwa dampak terbesar justru muncul dari cara penggunaan dan durasinya, bukan semata dari jenis kontennya. Meski begitu, masing-masing memiliki karakter pengaruh yang berbeda terhadap anak.
Game: Cepat Membentuk Kebiasaan dan Ketergantungan
Game menjadi salah satu aktivitas digital yang paling mudah membuat anak βterikatβ. Sistem level, hadiah, dan tantangan membuat anak ingin terus bermain.
Di satu sisi, game bisa melatih koordinasi, strategi, dan kemampuan problem solving. Namun di sisi lain, jika berlebihan, anak bisa kesulitan mengontrol waktu, mudah emosional saat kalah, hingga mengabaikan aktivitas lain.
Media Sosial: Pengaruh pada Emosi dan Interaksi
Berbeda dengan game, media sosial lebih banyak memengaruhi aspek sosial dan emosional anak. Interaksi dengan orang lain, komentar, hingga jumlah βlikeβ bisa memengaruhi kepercayaan diri.
Pada usia tertentu, paparan media sosial juga bisa memicu perbandingan diri, tekanan sosial, hingga kecemasan jika tidak digunakan dengan bijak.
Jadi, Mana yang Paling Berpengaruh?
Tidak ada satu jawaban pasti. Game cenderung berdampak pada kontrol diri, sedangkan media sosial pada kondisi emosional.
Yang menjadi kunci justru adalah bagaimana anak menggunakan keduanya. Durasi yang terlalu lama, kurangnya pengawasan, serta tidak adanya batasan mungkin dapat menjadi faktor utama yang memperbesar dampak negatif.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pembatasan waktu layar dan pendampingan orang tua sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan non-digital.
Sumber: Berbagai Sumber










