Beranda / Lifestyle / Mulut Terasa Panas Setelah Makan Pedas? Begini Cara Menguranginya

Mulut Terasa Panas Setelah Makan Pedas? Begini Cara Menguranginya

CORONGSUKABUMI.com – Bagi pecinta makanan pedas, sensasi panas di mulut mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun, ketika tingkat kepedasan terlalu tinggi, rasa terbakar yang muncul bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman bahkan kesulitan menikmati makanan.

Sensasi pedas sebenarnya bukan berasal dari rasa seperti manis atau asin. Rasa panas tersebut muncul karena senyawa bernama capsaicin yang terdapat pada cabai. Senyawa ini merangsang reseptor saraf di mulut sehingga otak menganggapnya sebagai sensasi panas atau terbakar.

Karena itulah, rasa pedas sering kali tetap bertahan meski seseorang sudah selesai makan.

Susu Bisa Membantu Meredakan Pedas

Salah satu cara yang cukup efektif untuk mengurangi rasa panas akibat cabai adalah dengan minum susu.

Menurut sejumlah sumber, susu mengandung protein bernama kasein yang dapat membantu melarutkan capsaicin sehingga rasa pedas lebih cepat berkurang.

Baca Juga :  Workout di Rumah atau Gym: Mana yang Lebih Cocok untuk Anak Muda?

Baik susu dingin maupun suhu ruang dapat membantu meredakan sensasi terbakar di mulut.

Konsumsi Produk Olahan Susu

Selain susu, produk olahan susu lainnya juga dapat membantu mengurangi rasa pedas, seperti:

– Yogurt
– Keju
– Es krim
– Susu fermentasi

Produk-produk tersebut bekerja dengan cara yang hampir sama, yaitu membantu mengurangi capsaicin yang menempel di rongga mulut.

Makan Nasi atau Roti

Jika tidak tersedia susu, makanan bertepung seperti nasi, roti, atau kentang juga dapat membantu.

Makanan tersebut berfungsi menyerap sebagian capsaicin dan mengurangi kontak langsung senyawa pedas dengan permukaan mulut.

Karena itu, banyak orang merasa rasa pedas sedikit berkurang setelah menambah nasi atau makanan berkarbohidrat lainnya.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Bicara, Ini 7 Cara Berkomunikasi agar Tidak Menyinggung Perasaan Orang Lain

Madu Bisa Menjadi Alternatif

Madu juga sering digunakan untuk membantu meredakan sensasi panas di mulut.

Teksturnya yang kental dapat membantu melapisi area mulut yang terkena capsaicin sehingga rasa terbakar berangsur berkurang.

Selain itu, madu juga memberikan rasa manis yang membantu menyeimbangkan sensasi pedas.

Air Putih Tidak Selalu Efektif

Banyak orang langsung mencari air putih saat kepedasan. Padahal, cara ini sering kali tidak terlalu membantu.

Capsaicin merupakan senyawa yang tidak mudah larut dalam air. Akibatnya, air putih justru bisa menyebarkan capsaicin ke area mulut yang lebih luas sehingga rasa pedas terasa bertahan lebih lama.

Meski tetap penting untuk menjaga tubuh terhidrasi, air putih bukan pilihan paling efektif untuk mengatasi kepedasan yang berlebihan.

Baca Juga :  Mengenal Konsep Slow Living, Gaya Hidup Tenang di Tengah Kesibukan Modern

Hindari Menggosok Lidah atau Mulut

Saat mulut terasa sangat panas, sebagian orang mencoba menggosok lidah dengan sendok atau benda lain.

Cara ini justru tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan iritasi pada jaringan mulut yang sedang sensitif akibat paparan capsaicin.

Lebih baik menggunakan metode yang lebih aman seperti mengonsumsi susu atau makanan yang dapat membantu meredakan rasa pedas.

Kenali Batas Kemampuan Tubuh

Setiap orang memiliki tingkat toleransi terhadap makanan pedas yang berbeda-beda. Ada yang terbiasa mengonsumsi cabai dalam jumlah banyak, tetapi ada juga yang mudah mengalami rasa panas berlebihan meski hanya sedikit.

Karena itu, penting untuk mengenali batas kemampuan tubuh sendiri dan tidak memaksakan diri mengikuti tren makanan dengan tingkat kepedasan ekstrem.

sumber: berbagai sumber

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru