Site icon Corong Sukabumi

Milad ke-113, Muhammadiyah Perkuat Peran dan Dedikasi untuk Kesejahteraan Bangsa

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir saat memberikan pidato di Milad ke-113 Muhammadiyah | Foto: muhammadiyah.or.id

CORONGSUKABUMI.com โ€“ Dalam peringatan Milad ke-113 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Bandung pada Selasa (18/11/2025), Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan bahwa persyarikatan akan terus memperkuat kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan bangsa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia beserta jajaran menteri atas dukungan yang diberikan.

โ€œKami sungguh bangga dan haru atas apresiasi dan penghargaan itu. Bukti dari kehadiran Muhammadiyah untuk bangsa, negara, untuk umat tercinta itu memang dirasakan kemaslahatannya,โ€ ujarnya dikutip dari muhammadiyah.or.id, Kamis (20/11/2025).

Haedar menegaskan bahwa seluruh kiprah Muhammadiyah merupakan wujud dari nilai yang terkandung dalam ayat โ€œWa mฤ arsalnฤka illฤ raแธฅmatan lilโ€˜ฤlamฤซn.โ€

Tema Milad dan Makna Kesejahteraan

Milad ke-113 tahun ini mengusung tema Memajukan Kesejahteraan Bangsa. Haedar menyampaikan bahwa amanat konstitusi terkait kesejahteraan umum adalah kewajiban moral dan otoritatif bagi seluruh penyelenggara negara.

โ€œPerintah konstitusi itu bukan normatif, yang sebenarnya punya kekuatan otoritatif yang kuat. Jangan biarkan kata-kata itu lepas sekadar kata tanpa kekuatan. Itu amanat konstitusi yang harus diwujudkan dalam dunia nyata,โ€ tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan memiliki dimensi materi dan non-materi. Meski sejumlah kajian internasional menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan yang tinggi, aspek ekonomi tetap tidak boleh diabaikan.

Haedar juga menekankan bahwa Muhammadiyah tidak boleh terjebak pada zona nyaman. โ€œKami tidak ingin berada di zona nyaman. Kami tidak ingin berada di zona aman. Kami ingin berbuat dari hari ini ke depan yang lebih baik lagi,โ€ katanya.

Transformasi Layanan dan Penekanan Peran Negara

Dalam pidatonya, Haedar menyoroti pentingnya transformasi di sektor pendidikan, kesehatan, sosial-ekonomi, dan dakwah. Menurutnya, lembaga pendidikan Muhammadiyah harus semakin unggul, berkemajuan, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai lapisan.

Ia turut menyinggung persoalan ketimpangan ekonomi di berbagai daerah, serta menyatakan dukungan terhadap gagasan Presiden Prabowo Subianto mengenai ekonomi kerakyatan, termasuk program Koperasi Merah Putih yang dikoordinasikan Zulkifli Hasan.

โ€œSaya yakin ini gagasan luar biasa dan perlu kita kawal. Beliau sendiri menyadari dapat 10 persen saja dari 80.000 itu sudah merupakan tonggak awal untuk membangun kesejahteraan rakyat lewat koperasi,โ€ kata Haedar.

Menurutnya, pasal 33 UUD 1945 menegaskan dua hal penting: penolakan terhadap liberalisme ekonomi serta peran negara dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

โ€œKalau lima tahun saja kita berbuat maksimal antara pemerintah dengan seluruh kekuatan rakyat, termasuk Muhammadiyah, memajukan kesejahteraan bangsa itu menjadi semakin ada progresifnya,โ€ ujarnya optimistis.

Penguatan Sistem dan Akselerasi UMKM

Haedar juga menekankan pentingnya penguatan sistem organisasi Muhammadiyah. โ€œKesuksesan Muhammadiyah itu pada sistem. Jadi kita perkuat sistem, perkuat kebersamaan, dan spirit kita dalam pergerakan terus kita tingkatkan,โ€ katanya.

Ia meminta maaf kepada seluruh pimpinan wilayah, daerah, cabang, dan ranting jika masih terdapat kekurangan dalam perjalanan gerakan persyarikatan.

โ€œMasih ada dua tahun lagi ke depan kita optimalkan langkah bersama menjadikan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan untuk umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta,โ€ tutup Haedar.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya akselerasi UMKM, integrasi kebijakan ekonomi, dan penguatan ketahanan pangan nasional sebagai pilar kesejahteraan rakyat.

Exit mobile version