Beranda / Daerah / PMI Sukabumi Bentuk Relawan SIBAT di Daerah Rawan Bencana dan Minim Jaringan

PMI Sukabumi Bentuk Relawan SIBAT di Daerah Rawan Bencana dan Minim Jaringan

CORONGSUKABUMI.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi terus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses jaringan komunikasi. Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).

Penguatan kapasitas masyarakat ini dilaksanakan melalui Program Resilience through Community and Connectivity (RCC) Fase-2, hasil kolaborasi PMI Kabupaten Sukabumi bersama Atma Connect dan Internet Society Foundation. Program ini difokuskan pada peningkatan kemampuan respon awal kebencanaan sekaligus penguatan konektivitas komunikasi di tingkat komunitas.

Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, menyampaikan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi, sehingga kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana.

Baca Juga :  Video: Pembukaan Pasar Rakyat UMKM HJKS: 40 Persen Stand Kosong, Sekda Sukabumi Minta Segera Terisi

β€œPMI memandang penting membangun kesiapsiagaan sejak tingkat masyarakat. Melalui orientasi SIBAT, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi korban, tetapi juga berperan aktif dalam upaya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana,” ujar Hondo, Minggu (25/1/2026) seperti dikutip dari media sosial Pemkab Sukabumi.

Ia menjelaskan bahwa perekrutan relawan SIBAT diprioritaskan di wilayah rawan bencana sekaligus daerah dengan keterbatasan konektivitas komunikasi. Wilayah tersebut meliputi Desa Tegallega Kecamatan Cidolog, Desa Bojongtugu Kecamatan Curugkembar, Desa Citamiang, Desa Margaluyu, serta Desa Cimerang Kecamatan Purabaya.

Menurut Hondo, keberadaan relawan SIBAT di wilayah tersebut diharapkan dapat mempercepat respon awal saat terjadi bencana, sekaligus mengurangi potensi kerugian sebelum bantuan dari luar wilayah tiba.

Baca Juga :  Menjelang Pensiun, ASN di Sukabumi Diciduk Polisi Karena Dugaan Korupsi Rp1 Miliar

Sementara itu, Direktur Lapangan Atma Connect, Alfan Kasdar, menyampaikan bahwa Program RCC Fase-2 merupakan kelanjutan dari program serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Nyalindung dan Gegerbitung.

β€œDari pelaksanaan sebelumnya, terlihat adanya peningkatan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” kata Alfan.

Ia menegaskan bahwa konektivitas komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam respon kebencanaan, setara dengan layanan dasar lainnya.

β€œDalam kondisi respon bencana, konektivitas komunikasi sama pentingnya dengan pelayanan kebutuhan masyarakat seperti evakuasi, logistik, pelayanan kesehatan dan sosial, serta pemenuhan kebutuhan air bersih. Tanpa komunikasi yang baik, seluruh layanan tersebut akan sulit berjalan secara efektif,” tegasnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintas Sektor, Pemkab Sukabumi Tegaskan Dukungan Pengamanan Nataru lewat Operasi Lilin Lodaya

Alfan menambahkan, pengalaman penanganan bencana di wilayah Sumatera menunjukkan bahwa terputusnya jaringan komunikasi dapat menghambat koordinasi dan memperlambat respon di lapangan.

β€œBelajar dari pengalaman bencana di Sumatera, saat konektivitas terputus, komunikasi dan koordinasi menjadi terhambat. Karena itu, penguatan konektivitas berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan,” jelas Alfan.

Melalui Program RCC Fase-2 ini, PMI Kabupaten Sukabumi bersama para mitra berharap dapat membentuk relawan SIBAT yang tangguh, responsif, serta didukung oleh sistem komunikasi yang memadai, sehingga mampu mempercepat respon kemanusiaan dan meminimalkan dampak bencana di wilayah rawan.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru

error: Content is protected !!