CORONGSUKABUMI.com – Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain identik dengan ibadah kurban, terdapat berbagai amalan sunnah yang dianjurkan dilakukan sebelum maupun setelah Idul Adha.
Amalan-amalan tersebut bertujuan untuk meningkatkan ibadah sekaligus menambah makna spiritual dalam perayaan Idul Adha.
Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa amalan sunnah yang umum dianjurkan berdasarkan hadis dan ajaran Islam.
Puasa Arafah Sebelum Idul Adha
Salah satu amalan sunnah yang paling dianjurkan sebelum Idul Adha adalah puasa Arafah pada 9 Dzulhijjah, terutama bagi umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.
Mengutip pada sebuah sumber, puasa Arafah disebut memiliki keutamaan besar karena dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
Selain puasa Arafah, sebagian umat Islam juga menjalankan puasa sunnah sejak awal bulan Dzulhijjah.
Memperbanyak Takbir
Menjelang Idul Adha, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil.
Tradisi takbiran biasanya mulai dikumandangkan sejak malam Idul Adha hingga hari-hari tasyrik. Suasana takbir menjadi salah satu ciri khas perayaan Idul Adha di berbagai daerah.
Lafaz takbir yang umum dibaca antara lain:
βAllahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.β
Mandi dan Memakai Pakaian Terbaik Saat Idul Adha
Sebelum melaksanakan salat Idul Adha, umat Islam juga dianjurkan mandi sunnah dan memakai pakaian terbaik serta bersih.
Selain itu, menggunakan wewangian dan datang lebih awal ke lokasi salat Id juga menjadi kebiasaan yang dianjurkan.
Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya umat Islam.
Berjalan Kaki ke Tempat Salat Id
Dalam beberapa riwayat hadis, Rasulullah SAW disebut biasa berjalan kaki menuju tempat salat Id dan melewati jalan yang berbeda saat pulang.
Kebiasaan ini kemudian menjadi sunnah yang masih dilakukan sebagian umat Islam hingga sekarang.
Menyembelih dan Membagikan Hewan Kurban
Setelah salat Idul Adha, umat Islam yang mampu dianjurkan melaksanakan ibadah kurban.
Ibadah kurban menjadi simbol ketakwaan dan kepedulian sosial karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama yang membutuhkan.
Al-Qur’an menjelaskan tentang syiar kurban dan anjuran berbagi kepada sesama.
Memperbanyak Zikir dan Amal Baik di Hari Tasyrik
Setelah Idul Adha, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir dan amal baik pada hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Hari tasyrik dikenal sebagai hari makan, minum, dan berzikir kepada Allah sebagaimana disebut dalam beberapa riwayat hadis.
Pada hari-hari tersebut, umat Islam juga masih diperbolehkan melaksanakan penyembelihan kurban.
Idul Adha Bukan Sekadar Perayaan
Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum meningkatkan ibadah, kepedulian sosial, dan mempererat hubungan antarsesama.
Karena itu, berbagai amalan sunnah yang dianjurkan sebelum dan setelah Idul Adha menjadi bagian penting yang banyak dijalankan umat Islam setiap tahunnya.
sumber: berbagai sumber










