Beranda / Daerah / SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi Hadir di Palabuhanratu, Tawarkan Sekolah Gratis dan Cetak SDM Siap Kerja

SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi Hadir di Palabuhanratu, Tawarkan Sekolah Gratis dan Cetak SDM Siap Kerja

CORONGSUKABUMI.com – Di tengah pesatnya perkembangan sektor pariwisata di kawasan UNESCO Global Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, kebutuhan sumber daya manusia lokal yang kompeten dinilai semakin mendesak. Menjawab kebutuhan tersebut, SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi resmi hadir di Palabuhanratu dengan menawarkan pendidikan gratis selama tiga tahun serta kurikulum berbasis kebutuhan industri.

Sekolah yang berlokasi di Jalan Kidang Kencana Nomor 21-22, Palabuhanratu, tepat di sekitar kawasan Alun-Alun Gadobangkong itu hadir dengan fokus mencetak tenaga kerja profesional di bidang perhotelan dan kuliner. Lokasinya yang berada di jalur utama serta dilalui angkutan umum dinilai memudahkan akses siswa dari berbagai wilayah.

Meski baru membuka kegiatan belajar mengajar di Palabuhanratu, sekolah ini sebenarnya telah memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan. SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi sebelumnya beroperasi di Cicurug sejak 1999 sebelum memindahkan izin operasionalnya ke Palabuhanratu.

Sekretaris Yayasan, Yanto Suryahadi, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai upaya mendekatkan lembaga pendidikan dengan pusat pertumbuhan industri pariwisata di Sukabumi bagian selatan.

β€œLatar belakangnya, kan kita ini daerah wisata. Malahan hari ini sudah dapat green card dari UNESCO Global Geopark, Ciletuh-Palabuhanratu. Tapi masyarakat lokal enggak ada yang mengelola untuk menjadi pemain di dalamnya. Kami mengamati SMK di Pelabuhan banyak, tapi kenapa enggak ada yang ke pariwisata? Bagaimana caranya orang Palabuhanratu dan sekitarnya menjadi pemain. Kalau mau jadi pemain, harus bagus dong SDM-nya,” ujar Yanto, Rabu (3/6/2026).

Baca Juga :  Update Terbaru Kondisi Palabuhanratu Setelah Dilanda Bencana Alam

Untuk menjawab kebutuhan industri tersebut, sekolah membuka dua kompetensi keahlian, yakni Perhotelan dan Kuliner (Tata Boga). Kedua jurusan tersebut dipilih karena memiliki peluang kerja yang cukup besar di kawasan wisata yang terus berkembang.

Berbeda dengan sistem pembelajaran konvensional, SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi menerapkan konsep Teaching Factory (TEFA) yang menitikberatkan praktik langsung di lapangan. Komposisi pembelajaran terdiri dari 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Menurut Yanto, siswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi langsung berlatih di lingkungan kerja yang sesungguhnya karena yayasan berada di bawah naungan grup usaha perhotelan.

β€œKami menyiapkan anak siap kerja karena yayasan kami bernaung di grup perhotelan. Konsep belajar kita itu adalah TEFA (Teaching Factory), belajar langsung di objeknya. Contoh pelajaran housekeeping, kita punya hotel dengan 12 kamar yang bisa dipakai praktik. Jadi, pelajaran housekeeping ya belajar di kamar hotel, belajar front office ya di meja front office, belajar Food & Beverage (F&B) ya langsung di ruangannya. Tidak di kelas tertutup,” jelas Yanto.

Baca Juga :  Bahayakan Pengguna Jalan. Proyek Penanaman Kabel Fiber Optik Telkom oleh PT Silkar National Tuai Sorotan

Selain didukung fasilitas praktik, tenaga pengajar yang dilibatkan juga berasal dari kalangan praktisi industri perhotelan yang telah memiliki pengalaman dan sertifikasi kompetensi.

Salah satu daya tarik utama sekolah ini adalah kebijakan pembebasan biaya pendidikan selama tiga tahun penuh, termasuk biaya Praktik Kerja Lapangan (PKL). Program tersebut didukung melalui pengelolaan dana pendidikan serta dukungan yayasan.

Tak hanya itu, pihak sekolah juga tengah menyiapkan Badan Latihan Kerja (BLK) mandiri agar siswa dapat memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) secara gratis saat memasuki kelas XII.

β€œBegitu mereka lulus dari kita, di samping dapat ijazah, dapat dua sertifikat: BNSP dan KKNI. Yang nanti tim HRD perusahaan mana pun berharapnya itu, kan? Sertifikat itu sebagai jaminan bahwa anak ini sudah tersertifikasi oleh tim ahlinya,” tambah Yanto.

Sebagai bentuk dukungan bagi peserta didik baru, pihak yayasan juga menyediakan seragam jas hotel gratis bagi 100 pendaftar pertama melalui dukungan dari konsorsium grup perhotelan yang menaungi sekolah tersebut.

Sementara itu, Ketua Yayasan, Aat Suwanto, mengatakan pihaknya juga tengah membangun jaringan kerja sama dengan berbagai industri perhotelan untuk membuka peluang kerja bagi para lulusan.

Baca Juga :  Revalidasi CPUGGp oleh UNESCO, Dispar: Akselerasi Persiapan dalam 5 Hari

β€œKerja sama sebetulnya ada beberapa bahkan banyak, tapi kita belum bisa sebutkan semuanya. Ada di pulau lain bahkan sebetulnya, di provinsi lain. Artinya sejauh mana kebutuhan kita, nah itu yang akan kita lakukan,” ungkap Aat.

Dalam proses penerimaan peserta didik baru, sekolah menerapkan sistem yang sederhana dan terbuka. Selain menerima lulusan SMP reguler, sekolah juga membuka kesempatan bagi lulusan Paket B serta calon siswa yang sempat putus sekolah dengan batas usia sesuai ketentuan yang berlaku.

β€œKalau masuk ke swasta itu tidak pusing, datang, terima, sekolah. Kita tidak punya jalur apa-apa, pokoknya asal anak mau, sehat, siap, ikut aturan kami, terima. Persyaratan administrasi bisa menyusul. Banyak anak yang tidak punya akte kelahiran atau kartu keluarga, nanti gampang kita urus secara massal dengan memanggil Disdukcapil. Kami mencari kemudahan, karena masyarakat ini sudah pusing dengan birokrasi yang bertele-tele,” pungkas Yanto.

Dengan konsep pendidikan berbasis industri, biaya pendidikan gratis, serta dukungan sertifikasi kompetensi nasional, SMK Pariwisata Bina Bakti Pertiwi berharap dapat menjadi salah satu wadah bagi generasi muda Palabuhanratu untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus mengambil peran lebih besar dalam perkembangan industri pariwisata di daerahnya.

Tag:

Berita Video

Berita Terbaru

Pos-pos Terbaru